dalam ratapan hamba-Nya hanya sekaLi-kali kudengar isakan dari hatiku yang tak tahu apa yang sebenarnya kurasakan. dari kamar sebelah, tepatnya saudaraku seperjuangan, semuslim, setamah air, setiap pagi kudengar lantunan ayat-ayatnya memenuhi keheningan yang menyelimuti kamarnya dan tentunya kamarku, karena terlalu dekatnya kamar kita. dalam suaranya yang serak-serak yang bercampur isakan dipagi hari selalu membuatku malu betapa dia sangat mencintaimu ya rabb.
dalam desahan seruntut doa pagi ini dan untuk kesekian kalinya aku tak mengharapakan kau mengabulkannya atau sekedar melirik doaku karena kau maha adil. dalam tangkupan tanganku ke dalam wajahku terbayang semua yang berlalu begitu saja dalam hidupku, malu, marah, sedih,senang tentunya namun tak tahu apa yang kusenangi. terbayang wajah ibuku yang penuh kasih tanpa kenal lelah mempunyai anak seperti diriku yang tak tahu masuk dalam kategori anak yang baik atau terlampau durhaka kepadanya, segenap doa sapu jagad selalu ku ucapakan untuk sekedar mendoakan agar beliau dalam penjagaanmu yang tak pernah tidur ya Rabb. sekedar membayangkan wajah-wajah teduh dalam segenapa jajran darah mereka yang ada dalam darahku selalu berhasil membuat ledakan isakan yang tak terbendung. apa aku bisa membalas segala yang telah kalian berikan kepadaku. aku tak bisa menjawabnya karena itu rhasimu ya Rabb, aku hanya melankah meranhkak perlahan berusaha dalam sisa-sisa nafas terakhirku. ya tas segla ijinmu tentunya.
dalam sujudku pagi ini selalu aku berikan segala nafas syukur yang telah dipinjamkannya untukku, untuk ibu, ayah , saudara-saudaraku, semuslimku, sprjuanganku. tentunya siapa kita yang tak bisa menghargai sebuah kesempatan,kesempatan yang tak pernah habis yang telah diberikannya. sekedar kuakhiri perjalanan relung pagi hati ini dengan secercah harpan segar, nafas yang memburu semangat, dengan tujuan yang sama, dengan lembar kaki yang tegak berdiri menentang arus diri. bismillahirohmanirokhim,,,,,,,,,,,,,,,