sujud pagi

Kamis, 29 April 2010

pagi ini begitu hening seperi biasanya dalam sudut kamar kost bututku ketika jam alarm ku berbunyi, kuraih ponsel genggamku ketika sura yang kelurar darinya begitu mengusik bangunku untuk kesekian harinya ketika ku setting seperti itu. seperti fungsinya yang utama menghidupkan alarm untuk membnagunkan mahluk yang bernama manusia bangun, maka dengan setengah hati aku mencoba menggerakkan badanku bangkit. pukul nunjukin pukul lima, langsung kuarahkan tangan untuk mengambil segelas air, karena sudah addicted air putih ketika bangun setiap pagi. semabahyang pagi sholat subuh membuatku munuju ke kran kamar mandi untuk mengambil air wudlu. kuraih mukena yang ada digantungan baju lalu aku menghadapnya dengan penuh kesegeran untuk berjuta kali aku selalu mengaguminya dipagi hari, mengtakan cintaku pada-Nya, mengatakan aku sangat merindukan-Nya, aku hanya berharap dia mendengar pujaanku kepada-Nya dan menerima helai nafas yang diberikan-Nya, untuk-Nya.

dalam ratapan hamba-Nya hanya sekaLi-kali kudengar isakan dari hatiku yang tak tahu apa yang sebenarnya kurasakan. dari kamar sebelah, tepatnya saudaraku seperjuangan, semuslim, setamah air, setiap pagi kudengar lantunan ayat-ayatnya memenuhi keheningan yang menyelimuti kamarnya dan tentunya kamarku, karena terlalu dekatnya kamar kita. dalam suaranya yang serak-serak yang bercampur isakan dipagi hari selalu membuatku malu betapa dia sangat mencintaimu ya rabb.

dalam desahan seruntut doa pagi ini dan untuk kesekian kalinya aku tak mengharapakan kau mengabulkannya atau sekedar melirik doaku karena kau maha adil. dalam tangkupan tanganku ke dalam wajahku terbayang semua yang berlalu begitu saja dalam hidupku, malu, marah, sedih,senang tentunya namun tak tahu apa yang kusenangi. terbayang wajah ibuku yang penuh kasih tanpa kenal lelah mempunyai anak seperti diriku yang tak tahu masuk dalam kategori anak yang baik atau terlampau durhaka kepadanya, segenap doa sapu jagad selalu ku ucapakan untuk sekedar mendoakan agar beliau dalam penjagaanmu yang tak pernah tidur ya Rabb. sekedar membayangkan wajah-wajah teduh dalam segenapa jajran darah mereka yang ada dalam darahku selalu berhasil membuat ledakan isakan yang tak terbendung. apa aku bisa membalas segala yang telah kalian berikan kepadaku. aku tak bisa menjawabnya karena itu rhasimu ya Rabb, aku hanya melankah meranhkak perlahan berusaha dalam sisa-sisa nafas terakhirku. ya tas segla ijinmu tentunya.

dalam sujudku pagi ini selalu aku berikan segala nafas syukur yang telah dipinjamkannya untukku, untuk ibu, ayah , saudara-saudaraku, semuslimku, sprjuanganku. tentunya siapa kita yang tak bisa menghargai sebuah kesempatan,kesempatan yang tak pernah habis yang telah diberikannya. sekedar kuakhiri perjalanan relung pagi hati ini dengan secercah harpan segar, nafas yang memburu semangat, dengan tujuan yang sama, dengan lembar kaki yang tegak berdiri menentang arus diri. bismillahirohmanirokhim,,,,,,,,,,,,,,,
Read More

traveler's husband wife

Rabu, 31 Maret 2010

-menuju kelangkah yang semakin dalam namun pasti akan menjadi sebuah perjalanan yang begitu penuh warna-
Read More

dalam kereta

Jumat, 05 Maret 2010

dalam sebuah perjalanan,,,
terkotak-kotak pada masa,,
hmm hanya suara deguman wajah dunia yang menghampar,,,
huh sampah musiman pikiran kadang mencegat dalam genggaman,,
manusia mati tak terkotak dalam suasana,,
rangkulan angin tertunduk dalam sudut pipiku,,
dan mengembangkangkan senyumku!!
ooh jilatan lalahan nafas meraba memanja,.
iih santunan tuhan tak berlaku padanya,,
hmm hanya mampu menyudut dalam derajat mata ini.
Read More

merelung

Jumat, 26 Februari 2010

Hujan masih riangnya mengguyur bumi, dalam senja yang hilang ditelan oleh awan hitam. Genggaman suasana dingin menyelimuti tanpa ampun kulit-kulit yang telanjang tak tertutupi sehelai benang. Pecahan-pecahan tetesan menghancurkan pertahanan gumpalan-gumpalan tanah. Desahan-desahan angin semakin membuat harmoni guyuran yang mengantar membuka pintu malam yang akan diselimuti suasana sepi. Dalam dekapan selimutku yang hangat aku mencoba menyelesaikan buaian yang semalam terputus begitu saja tanpa peringatan. Aku hanya menggeliat menikmati kenikmatan otot-ototku yang relaksasi dalam kenikmatannya.

Gerimis sama sekali tak memperdulikan suara talu-talu panggilan tuhan. Suara-suara panggilan bagi seru sekalian alam itu pun juga tak membuatku bergeming dari pelukan kenyamanan kehangatan dalam ranjangku yang lembut. Badai kecil dalam hatiku bergejolak berperang oleh tawanan badai nafsu dengan panggilan talu-talu kumandang yang menyeret pilu sayatan mengajak berdamai dengan tuhan.

Suasan gelap, halilintar menyambar, gulungan–gulungan angin memutar dek hatiku. Gelombang buaian membuat kapal hatiku ternbanting oleh gelombangnya itu. Kukumpulakan sedikit-sedikit prajurit hati putihku sekedar menyuarakan teriakan bak kapten kepada para awak kapalku untuk memerangi hawa nafsu yag menghantam kapalku ditengah samudra kehangatan. Sampai kapan badai ini akan berlutut kepadaku bila aku tak bergerak malawannya dengan tanganku sendiri dan hanya menyuruh awak-awak kapalku untuk mendirikan tiang layar yang tak mereka mengerti bagaimana mendirikan kapal yang baik bila terhantam oleh badai dan pusaran angin seperti ini.

Talu-talu panggilan masih tersisa beberapa detik dalam ingatan telinga yang kututupi dengan bantal yang empuk. Kapal hatiku masih terkepung badai yang siap menghancurkan kapalku. Jilatan-jilatan kenikmatan masih membelaiku dan dengan waktu yang sama didalam hatiku pusaran angin menggerus dinding kapal kayuku yang masih berbau cat karena masih baru dibuat. Dalam hatiku yang ada dalam hatiku sebagai kapten kapal aku berkeyakinan pasti badai akan segera berlalu.

Dalam kesadaran bantal dan selimutku aku mulai mendengar suara iqomah yang menandakan agar dimulai persembahan untuk tuhan dalam kekusyukan dan terenungnya sebuah hamaba untuk sang khalik. Aku hampir meneyerah kepada sang badai dan membiarkan kapalku tenggelam begitu saja dengan semua awakku kedalam dasar laut yang gelap dan dalam.

Pusaran angin sudah memutar-mutar kapalku. Tiang kapalku sudah bersuara dalam gemerataknya hampir memutuskan dirinya bertekuk lutut oleh sang badai. Ketika pusaran air mengoyak kapalku tiba-tiba gelombangnya sedikit perlahan tenang, awan yang hitam yang sangat tebal terintip oleh secercah sinar matahari dalam tusukan sinarnya yang menghujam kelaut dan dalam penasarannya dia membuka seluruh tirai awan hitam ,dalam senyumnya yang menyilukan telah mengganti awan hitam tebal yang kelabu dengan samudra lagit biru yang bersih.

Gelombang laut begitu tenang hampir tak kudengar sedikitpun alunananya begitu tenang membawa kapalku ditengah samudra yang terhampar luas mata memandang. Seluruh awak kapalku bersorak-sorak dalam lompatan-lompatan senang dan terlepas dari keputusasaan yang hmpir menenggelamkan mereka. Bersamaan dengan itu dalam duniaku yang terselimuti kehangatan selimutku, aku bangkit dan segera melangkahkan kakiku ketempat mengambil segemiricik air dan segera membasuh tubuhku dengan air suci wudlu yang menjadi tiket untuk berbicara dengan tuhanku, dengan rabbku, dengan maha kasihku yang mengijinkan aku bisa merasakan badai-badai kehidupan. Kapal hatiku dan sebagai kapten aku tersenyum kepada seluruh awak kapal dan menandakan kepada mereka perjalanan dilanjutkan. Akupun berkata ”ini masih badai peringatan, akan ada badai sesungguhnya disepan, bersiaplah” seluruh awak kapal hatiku tersenyum dan kulihat pancaran matanya menyorotkn ketiadatakutan akan perjalanan yang menghadang didepan.

٭

Dalam sujudku yang terakhir aku merasakan kedamaian yang begitu damai dalam perjalanan sebuah relung untuk sekedar bisa merasakan betapa megahnya sebuah ketertundukan.

Yogyakarta, 23 februari 2010

Read More

lalai

Kamis, 18 Februari 2010

dunia hari ini begitu kurang sempurna dalam putarannya ...
angin membelai dengan kawanan nafas mencari gerak berjalan dalam tenggorokan ...
sambungan senja kembali ditelan awan kelabu langit yang terlalu meringkuh dalam dekapan awan hitam...
ku merindu memanja siluet gairah senja ketika menari-nari dalam pesona lidah sore langit..
burung-burung merindu ke sarangnya...
kepakan sayapnya yang mengalun pelan damai sepoi...
yach kesempurnaan hanya miliknya...
dia yang dapat menyempurnaakan kesempurnaan yang kita anggap sempurna itu,,
dalam tunduk henyak padanya melayang angan sempurna
"sempurna"!!!
hanya buaian yang menggiring pada salah sempura,,,
dia mungkin hanya tersenyum dalam kesempuurnaanya

hmm,,,kembali terngiang deru ramai yang menuntut titik disetiap lekuk sembah padanya
ketika sore talu-talu memmberondong telinga untuk sejenak merasakan kesempurnaanya,,,
ya,,, hanya itu yang bisa dilakukan oleh hamba yang menyatakan dirinya sempurna,,,
sejenak diam dan lari sejenak dari buaian lesempurnaannya,,,
hanya itu
Read More

Benar

Senin, 15 Februari 2010

Teman, pernahkah kamu mendengar kata "benar". Sering kita mendengar kata-kata ini dalam keseharian kita. Namun, pernahkah kita menanyakan arti dari "benar" itu sendiri? Ada yang bilang benar adalah sesuatu yang pasti tidak salah, benar adalah sesuatu yang baik, benar adalah sebuah keputusan yang diambil segelintir orang, benar adalah alat untuk melancarkan jalan kita dan masih banyak lagi pengertiannya. ternyata benar memiliki banyak arti.

kadang-kadang kita terjebak dalam mendefiniskan kata benar. Karena kita sering mengartikannya dengan pengertian kita sendiri. Kita sering mencampuri "benar" dengan keinginan kita agar "benar" itu menjadi "sesuai". Yang pada akhirnya "benar" menjadi "abu-abu" tdak lagi "putih". Kebenaran telah diracuni dengan persepsi kita masing-masing.

Kebenaran adalah sesuatu yang bebas, berdiri sendiri, dan tidak memihak. Dia bebas karena dia tidak terikat akan kepentingan apapun, dia tidak memiliki perjanjian dengan siapaun supaya dia berpihak kepadanya. Kebenaran berdiri sendiri karena dia tidak memerlukan sesuatu untuk ada, kebenaran adalah unsur yang ada dengan sendirinya. Kebenaran tidak akan pernah memihak karena dia tidak butuh itu. keberpihakan akan membuat kebenaran menjadi tidak murni lagi dan kebenaran akan tidak bebas lagi. Kebenaran hanya berpihak pada dirinya sendiri.
Read More

....

-memasuki gerbang dengan buaian langkah yang perlahan-
Read More