Ramadhan 1432

Senin, 08 Agustus 2011

Nawaitusoumagodhin'an ada'ifardhishahri romadhona hadihisanati fardhulillahita'ala,,,,,

Ramadhan tiba, hari ini tepatnya ramadhan hari ke-8 , ya bulan ramadhan kali ini merupakan bulan ramadhan ke-4 aku bersamanya, namun resminya cuma baru ke-3, tapi rasanya sudah bertahun-tahun bersamanya dan aku merasa senang, :D

Dihari kedelapan aku belum bertemu dengan mami sama bapakku, kakakku, adik-adik keponakan yang lucu-lucu. rasanya sangat jauh dari rumah.

Merasa ramadhan kali bakal cepat mengingat bakal cepat kembali lagi ke Yogyakarta. Ramadhan yang tak ku gunakan semaksimal mungkin. bagaimana manusia bisa melepas ramadhan seenak ini, padahal bulan ini bulan sale pahala . hanya orang-orang yang kurang iman yang merasa ramadhan kurang bermakna, lebih tepatnya aku juga. :(

Sedkit terasa hambar dalam hari-hari ku jujur aku merasa bosan dengan aktifitas yang ini-ini saja, sebenarnya semua orang juga kan merasa bosan dengan kehidupan sehari-hari mereka. aku yakin!! terkadang aku merasa malas pulang mengingat dirumah tidak bisa bangun siang, sungguh kejam alasanku ini. :D :(. Mengingat dimasa kecil ketika ramadhan, sholat berjmaah dimushola depan rumah, sehabis berbuka yang kira-kira selalu kekenyangan adzan isya' berkumandang, selalu bergegas untuk mengambil air wudlu mengambil mukena dan kabur cepat-cepat ke mushola. menanti teman-teman tetangga mengambil tempat berdekatan agar bisa cekikikan dan bergurau saat sholat tarawih (jangan ditiru buat anak kecil :D)

Setiap orang punya kenangan masa kecil yang sangat mnyenangkan, seperti masa kecil itu yang semangat ramadhan namun belum mengerti esensi dari berkahnya ramadhan. sampai dewasa pun ternyata semakin tidak mengerti bulan yang penuh rahmat ini, hanya lebih tepatnya mengingkari dan tidak mau berusaha keras meraih pahala yang berlipat-lipat kalau kita mau meraihnya.

Semakin dewasa terkadang manusia semakin sombong semakin tidak yakin kalau dirinya bakal mati, semakin angkuh dan tepatnya semakin terperosok oleh nikmatnya dunia ini. sementara dalam menulis celoteh ini aku belum mendapatkan hidayah dan solusi terlepas dari cengkraman kenikmatan duniawi ini.

Read More