Tak kuhiraukan hujan sore ini. Dalam keremnagan sore yang tak ada matahari aku memojokkan diri dalam sebuah ruangan pendingi dengan banyk pintu untuk pergi kebelahan dunia manapun, perpustakaan!ya perpustakaan aku berada sore ini.
Banyak mata yang tak peduli pada tubuh sesosok yang mungkin tidak menarik mata mereka. Aku hanya berusaha duduk membaringkan tubuh ini yang mendapat kelaparan pada sore ini. cuaca dan hatiku mungkin seirama, menampakkan suasana yang sedikit agak redup namun dingin luar biasa. Kutarikan jari-jari diatas keyboard notebook mungilku, mencari erangkat luna yang ajaib yang bisa menghubungkan seua orang didunia. Mulai kubuka duni mayaku dan kuketik sebuah situs jejaring sosial. Betapa teknologi in membantuku dalam menghadapi kejarakan kami yang cukup jauh untuk dijangkau oleh fisik manapun. Dia ada pada jendela percakpanku pada sebuah jejaring sosial, kumenyapanya dan hatiku merasa sehat kembali, terpancar senyumku.
Hujan tak kunjung juga rela melepaskan titik-titiknya pada bumi ang cukup kering hari ini, namun udara dingin sudah menjalar pada daundaun dan seresah yang berjatuhan. Suasana menjadi cukup mistis untuk sebuah berjalan pada setapak tanah. Aku terhanyut dalam selancarku pada dunia maya ini, menikmati kesednirian dan berjibaku dengan tuts tuts keyboard dan bercengkrama dengannya walau hanya lewat sebuah obrolan maya, tak peduli diluar udara dingin dan memistiskan hati. Menikmati sudut kotak putih ini. :)
Read More