pagi kembali hadir menyapa dunia dengan sejuta senyumnya hari itu. Ya, tanggal 22 april 2011 yang bertepatan dngan hari jumat dan hari yang diperingati seluruh dunia yaitu hari bumi. Pukul 01.00 dini hari aku belum bisa memejamkan mata meski raga ini sangat menginginkan untuk istirahat, seperti bisanya bila aku akan dikunjungi orang yang paling spesial dalam hidupku aku selalu tak bisa memejamkan mata ini sepicingpun karena girnagnya perasaan dan hatiku. karena harus menidurkan badan ini sebisa mungkin aku terus memajamkan meski hanya sebentar agar aku menjemputnya tidak dalam keadaan seperti orang mabuk yang butuh tidur. aku tersentak bangun ketika suara handphone ku berbunyi nyaring ketika sebuah nada khusus berdering dan aku tahu pasti dia sudah tiba dan ingin segera dijemput. rasa kantuk yang berat terus membuatku tidak kuat sekedar berkata ya, pagi itu yang lebih tepatnya dinihari itu kudengar hujan deras dari jendela kamarku, "ah kenapa hujan segala" gerutuku pelan. dari suara seberang suara yang sangat kukenal sedang sangat mengharapakan kehadiranku disana untuk segera membawanya pergi dari suasana dingin pagi itu. hujan masih mengguyur dengan deras yang tepat pada pukul 03.30 dini hari, masih saja aku menarik selimutku dan melanjutkan tidur dalam beberapa menit. kudengar hujan sudah mulai lelah turun yang hanya tinggal gerimis gerimis kecil yang cukup membuat dingn ntuk sekedar keluar rumah. akhirnya aku langsung melompat dari tempat tidurku yang hangat segera mengganti baju dan mengambil kunci motor dan segera melaju kencang menjemputnya.
suasana pagi itu cukup sepi dibandingkan biasanya aku menjemputnya. tak banyak kendaraan pagi yang lalu lalang, biasanya jalan itu masih ramai dipenuhi remaja-remaja yang sekedara pulang untuk kongkow-kongkow dengan kawan-kawannya. sesekali kulihat pdagang yang melaju kencang untuk menuju pasar untuk mengais rejeki dikala pagi buta yang disaat yang sama banyak ornag yang masih tidur lelap dan mendengkur dalam selimut hangatnya.
sampai ditempat tujuan kucari cari batang hidungnya, biasanya dari kejauhan sudah kulihat dia berdiri terlihat. handphoneku ketinggalan dikost pula, kucari-cari dan kutunggu saja ditepat parkiran taksi itu sapa tahu dia belum sampai. lima menit kutunggu juga tak muncul satu bus yang menurunkan orang itu. jangan-jangan dia diturunkan pada pangkalan ojek pada jalan yang belum sampai ini, sebelum semua terlalu lama langsung saja kutancap gas menuju pangkalan tukang ojek, dan ternyata kudapati dia berada disana dengan wajah lesu dan capek. ingin saja kupeluk erat dan kuciumi wajahnya yang terlihat begitu capek, jadi teringat pesan singkat yang dikirimkan beberapa jam yang lalu bahwa dia tidak mendapatkan tempat duduk sampai hampir dikota Solo. segera saja kuucapkan "assalamualaikum" dan segera saja kucium tangannya dengan khidmat serta meminta maaf karena tidak membawa handphone. segara saja dia yang mengambil alih motorku dan dia yang membonceng, bau tubuhnya segera tercium dan hal inilah yang sangat aku sukai dari dirinya, bau tubuhnya yang khas tanpa ada sedikitpun bau rokok kebanyakan lelaki yang kujumpai. dalam perjalanan menuju ke kost kita sembari bercerita melepas rindu setelah hapir dua minggu tak dipertemukan. sebenarnya ku ingin jalan jalan saja pagi itu dan tak ingin kehilangan sediktpun moment bersamanya, karena intensitas pertemuan kita sangat sempit yang mengingat kita dipisahkan oleh bermil-mil antara kota ku menuntut ilmu dengan dirinya yang harus bekerja dikotaku tercinta.
dengan mengalunkan gerimis dan laju motor kita berbarengan juga dengan berkumandangnya adzan subuh dari surau-surau yang terlewati oleh kita. pagi itu benar-benar dingin sekali sampai-sampai bulu kuduk terus berdiri. sampailah dia kuantarkan pada temannya untuk menginap, dan kembalilah aku kedalam kost hangatku. kuucapkan selamat istirahat untuk mempersiapakan hari esok yang indah, semangat, petualangan, dan selalu penuh cinta.
Read More
suasana pagi itu cukup sepi dibandingkan biasanya aku menjemputnya. tak banyak kendaraan pagi yang lalu lalang, biasanya jalan itu masih ramai dipenuhi remaja-remaja yang sekedara pulang untuk kongkow-kongkow dengan kawan-kawannya. sesekali kulihat pdagang yang melaju kencang untuk menuju pasar untuk mengais rejeki dikala pagi buta yang disaat yang sama banyak ornag yang masih tidur lelap dan mendengkur dalam selimut hangatnya.
sampai ditempat tujuan kucari cari batang hidungnya, biasanya dari kejauhan sudah kulihat dia berdiri terlihat. handphoneku ketinggalan dikost pula, kucari-cari dan kutunggu saja ditepat parkiran taksi itu sapa tahu dia belum sampai. lima menit kutunggu juga tak muncul satu bus yang menurunkan orang itu. jangan-jangan dia diturunkan pada pangkalan ojek pada jalan yang belum sampai ini, sebelum semua terlalu lama langsung saja kutancap gas menuju pangkalan tukang ojek, dan ternyata kudapati dia berada disana dengan wajah lesu dan capek. ingin saja kupeluk erat dan kuciumi wajahnya yang terlihat begitu capek, jadi teringat pesan singkat yang dikirimkan beberapa jam yang lalu bahwa dia tidak mendapatkan tempat duduk sampai hampir dikota Solo. segera saja kuucapkan "assalamualaikum" dan segera saja kucium tangannya dengan khidmat serta meminta maaf karena tidak membawa handphone. segara saja dia yang mengambil alih motorku dan dia yang membonceng, bau tubuhnya segera tercium dan hal inilah yang sangat aku sukai dari dirinya, bau tubuhnya yang khas tanpa ada sedikitpun bau rokok kebanyakan lelaki yang kujumpai. dalam perjalanan menuju ke kost kita sembari bercerita melepas rindu setelah hapir dua minggu tak dipertemukan. sebenarnya ku ingin jalan jalan saja pagi itu dan tak ingin kehilangan sediktpun moment bersamanya, karena intensitas pertemuan kita sangat sempit yang mengingat kita dipisahkan oleh bermil-mil antara kota ku menuntut ilmu dengan dirinya yang harus bekerja dikotaku tercinta.
dengan mengalunkan gerimis dan laju motor kita berbarengan juga dengan berkumandangnya adzan subuh dari surau-surau yang terlewati oleh kita. pagi itu benar-benar dingin sekali sampai-sampai bulu kuduk terus berdiri. sampailah dia kuantarkan pada temannya untuk menginap, dan kembalilah aku kedalam kost hangatku. kuucapkan selamat istirahat untuk mempersiapakan hari esok yang indah, semangat, petualangan, dan selalu penuh cinta.
