Tanpa rasa begitu dirasakan salma "haru aku apakan lagi hati ini, tak ada rasa atau rasa kepercayaan"
salam begitu gundah gulana dengan hatinya, dia tak mempercayai apapun . Dia kehilangan arah, orang tuanya, agamanaya, kehidupannya. Kegagalan begitu ia rasakan disekujur tubuhnya. Tak berdaya tak bernyawa dan tanpa rasa.
Salma kebingungan setengah mati hampir disetiap malamnya untuk lari dan kabur dari pilu hati yang di buatnya sendiri, seribu pertanyaan selalu muncul hampir menghantui di setiap malamnya. Berlari tanpa arah dan menghujamkan peluru kesegala arah, dan rasa muak ingin muntah pasti selalu dilaluinya.
Salma selalu berfikir "apa sebenarnya hidup ini?" tanpa ada jawaban bahkan mungkin pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari benaknya itu sebuah kesalahan dari proses kimia ditubuhnya yang salah. "Aku takut ternyata aku gila, aku depresi dan beratnya ternyata aku memang gila" batinnya terus menerus dikepalanya.
Kepercayaan yang selama ini dipercayai begitu saja menguap tanpa arti, tanpa banyak jendela untuk dibaca dia sudah meragukan semua kepercayaan yang di "wariskan" dia sejak bayi bahkan sebelum ayahnya lahir sekalipun!. namun sebenarnya Salma sangat takut untuk mengeluarkan segala gundah gulana tak berujung itu.
Steorotip yang dibangun oleh negeri ia tinggal sekrang ini sangat susah untuk menerima-menerima pertanyaan segala yang ada "dikepalaku ini" batin Salma lagi.
untuk saat ini Salma selalu bermimpi ingin melanjutkan studi lagi, tepatnya ingin nekat keluar negeri mencari suasana penghidupan yang berbeda, "rasanya aku akan mati seperti ini sampai mati, menjadi ibu di dalam rumah tanpa berkembang atau dihargai oleh diriku sendiri!" bentaknya pada dirinya sendiri .
sekarang ini semua orang lupa kan dirinya ada, teman,keluarga serasa hanya melihat dari layar kaca sebuah telpon genggam. Betapa menyedihkannya jaman sekarang, atau "memang sudah menyedihkan dari dulu penghidupan yang tanpa semangat seperti ini?" gumamnya malam ini.
Salma merndukan teman-temannya bercanda gurau tanpa melihat isi dunia sekrang ini, yang mereka tahu hanya bercanda tanpa batas malam sampia pagi. sampai besok lupa lagi kalau hari sudah berganti.
"orang berubah bahkan diriku sebenarnya berubah menjadi menyebalkan untuk diriku sendiri" erangan-erangan didalam pikirannya. Salma selalu berfikiri dia akan mati dalam keadaan tidak sadar semua yang dimilikinya berharga.
s