"dia dalam aku"

Kamis, 10 Maret 2011



alhamdulillahilladiahyanabakdamaamatamawailahinnushur,,,,
seprti bangun tidur yang panjang, lama sekali ku tertidur dan membiarkan wadah ini terbengkalai. dari awal dijadikan blog ini adala wadah bersama "kita" yang memiliki satu sama lainnya. hampir setahunkurang lebih tidak menorhkn sebuah kata untuk mengungkapakn sebuah rasa diantara kita.

hai ,, "dia" yang disana sang empunya wadah ini dan "aku" :)) apa kabar. kita adalah dua orang yang berusaha bersama dan senantiasa bersama dalam keadaan apapun yang menerpa "kita". "dia" adalah orang yang senantiasa ada dalam segala nafas langkahku, dalam mimpipun "dia" g pernah mau aku tinggalkan dan selalu ikut kenamanapun "aku" pergi. ya begitulah "dia" dalam kesehariannya yang seorang pejuang yang tak pernah sedikitpun mengucapkan kata sakit meski saat itu sedang berdarah-darah.

begitulah "dia" yang selalu mengisi setiap detik yang diberiakan "DIA" yang lebih besar. dengan segala kesabrannya "dia" selalu ada dengan segala keadaanku. tak terhuitung berapa banyak "dia" selalu muncul ketika kukira "dia" akan pergi bahkan pergi selama yang kukira tak berujung.

apa yang dapat kuberikan hei untuk "dia". sebuah kecacatan yang tak berujung yang kupunyai untuk "dia". sepengetahuan beberapaku hanya repot yang tercipta. sebuah rasa tulus ingin didekat "dia" yang kuinginkan. betapa sebenarnya kubangga dan kagum pada "dia".tak terlewat setiap malam "dia" selalu hadir dan tak ketinggalan membawakan sebuah ciuman hangatnya untuk "aku". sabarnya tulsnya aku yakin apa yang kukira ini pasti benar.

banyak sekali waktu yang diberikan "dia" untuk aku sekedar memegang tanganku dan berkata semua akan baik-baik saja. oh "DIA" berikan seluruh penjagaanmu untuk "dia" dalam setiap nafas geraknya dan lelapnya. sebuah kecupan manis setiap malam berusaha kubungkus untuk kuberikan pdanaya dan bekal setiap malam untuk ujung tidurnya.

harapku semoga "dia" terus berada dalam penglihatan mata "aku". dan tetap memeluku alam dekap sayang dan tulusnya. sebuah coret yang mewakili aku bersamanya inisenantiasa menjadi harapan sebuah malam untuk detik setiap malam. malam katakan pada "dia" aku sangat menginginkan disampingya. "DIA" berilah tiket itu aku percaya "DIA" maha yang sungguh tak terbayangkan jangakauan kecil kekuasaannya. "dia" tungulah aku dan tentunya jemputlah "aku" meski itu dalam mulutmu, meski hanya sebuah harapmu, berilah aku kesempatan untuk mengisi hari "dia". dan harap terbesarku "dia" menginginkan aku seperti "aku" mengginkan "dia".

dedicated to "dia"
i love u "dia" , pipi,, :*

Posting Komentar