Betapa hangatnya sebuah keluarga, kakak beradik yang menjadi pembunuh bayaran di "wild west" Amerika. Dalam sebuah perjalanan biasanya kita akan menemukan diri kita sendiri. The sisters and brothers. Film ini menampilkan sebuah ikatan hate and love dalam hubungan sebuah saudara. John C. Reily dan Joaquin Phoenix sangat bagus memerankan peran ini.
Hubungan saudara umumnya memang hate and love relationship, bahkan beradu pendapat berujung adu fisik kerap kita alami sesama saudara kita. Namun terselip cinta yang hangat diantara selama persaudaraan itu tidak meninggalkan trauma yang berat.
Meski kejamnya wild west koboi dengan seting tahun 1880 an film ini menampilkan masa-masa pencari tambang emas di Amerika. Mereka mempunyai masa kecil yang buruk, digambarkan mempunyai ayah pemabuk, dan kekerasan menjadi sehari hari mereka.
Namun kekuatan saudara tetap membuat mereka saling melindungi dan menjaga dalam kejamnya kehidupan koboi. Mereka dalam perjalanannya mencari seorang ahli kimia dan satu orang detektif yang mencari ahli kimia tersebut. Namun sang detektif John Morris yang diperankan Jake Gylenhall menjadi pelindungnya setelah mendengarkan Herman Warm (Riz Ahmed) sang ahli kimia dengan segala ide keseimbangan masyarakatnya yang tidak bar-bar.
Setelah berhari-hari akhirnya Eli dan Charlie (yang diperankan oleh John C. Reily dan Joaquin Phoenix) mereka menemukan atau bertemu bukan malah membunuh sang ahli kimia namun malah berteman bersama-sama mencari emas dengan sang ahli kimia.
Dalam scene ini sangat menyenangkan seperti 4 kawan yang bahagia dalam perjalananya dalam mencari sesuai yang sama. Sangat harmonis dan saling membantu bahu membahu dalam harmoni. Namun tidak berselang lama karena keserakahan Charlie dia menuangkan cairan berbahaya untuk mencari emas dan menganai mereka semua yang akhirnya Moris dan Warm mati. dan tentu saja Charlie tangannya sampai di amputasi.
Oh iya dalam film ini Eli sebagai kakak Charlie adalah seorang yang lembut hatinya dan penyayang, betapa dia selalu memperhatikan dan mengkawatirkan adiknya Charlie. Inilah kehangatan dalam film ini betapa kakak sangat menyayangi adiknya meskipun menyebutkan kata sayang dalam film ini canggung karena mereka digambarkan dua laki-laki paruh baya, dengan profesi pembunuh bayaran dan seting dalam liarnya barat Amerika.
Persahabatan dengan Moris dan Warm juga menjadi scene yang hangat bahwa kadang manusia itu semuanya baik namun kadang memang dituntut jadi jahat dalam versi orang yang berbeda-beda.
Sumpah film ini bikin "ati anget".
Sumpah film ini bikin "ati anget".
Charlie digambarkan seorang adik yang dengan kekanakannya, impulsif, sayang, tapi jaim untuk selalu bertindak sayang kepada kakaknya. Eli digambarkan sebagai kakak yang baik, orang yang baik, terdepan melindungi saudaranya dan orang yang sudah bersamanya.
Sampai aku tidak bisa menuliskannya apa yang kurasakan terlalu banyak dan bingung menuangkan dalam kata-kata, hehehehe. Pengen mengeluarkannya sampai berantakan loncat sana sini alurnya hehehe. Tapi satu kata untuk film ini "Hangat". Apalagi diakhir-akhir film mereka akhirnya kembali kerumah ibunya dan menjadi seperti anak kecil lagi dipeluk, dimasakin, dimandiin ibunya. Hangat banget kan rasanya betapa cinta ibu itu tak terbatas oleh sikapmu, cinta ibu itu tak bersyarat. Hangat banget deh rasanya di hati.
Tidak semua dalam hidup ini tentang putih dan hitam, kadang kita hanya melihat sebenatar dalam seseorang dan menilainya dan membawanya sampai mati. Kita harus terus mau dekat dan melihat ke setiap orang, ke relungnya. Apalagi zaman internet seperti sekarang ini betapa kita hanya melihat sebagian kecil hidupnya dan membawa penilaian itu kemana2.




Posting Komentar