Selasa, 10 Desember 2019


Apa yang kau risaukan wahai manusia
Umur manusia tak lebih dari 100 tahun
Sedangkan waktu masih lama akan menampilkan mahluk-lain lain dalam eranya
Manusia hanya segelitik lewatan waktu dilautan debu waktu
Apalagi diriku yang hanya berbaring memandang yang lainnya mencapai tujuannya
Aku hanya menunggu waktu hilang
Hilang dilupakan dunia 
Hilang dilupakan sepersekian debu waktu yang ada
Masa lalu sudah terbentuk bermiliar-miliar waktu
Masa depan masih panjang tak terbatas oleh waktu
Bahkan ruang di semesta manapun
Aku kan meningglkan jejak?
Tidak kurasa, kecuali atom-atom yang didalam tubuhku ditangkap oleh waktu
Atom-atom jejak yang saling berterbangan diantara ketiadaan

Hilanglah diriku ditelan oleh pikiranku sendiri
Hilang membuai ketiadaan 
Aku rasa memang ini isi sambil menunggu waktuku tiba
Nangis, kesal tak berguna
Ah apa yang ingin kusapaian bila semua harus berhenti oleh waktu
Berhenti melihat waktu orang lain

Hatiku beku, andai waktu bisa menghangatkan diriku
Membawa kembali atau mau untuk menghiburku
Namun waktu sepertinya enggan sekedar menyapaku
Dia menarik-menarik jarum-jarum hatiku agar aku tak bisa merasakan kelembutan


Read More

rainbow in 2019


2019
akan segera menemui hari-hari terakhirnya. Kadang dalam pikiran masih 2018, tahun 2019 serasa sangat sangat cepat. Banyak hal yang kami lewati di tahun 2019. Serasa masih desember 2018 dimana suamiku mendapatkan pekerjaan yang dinanti-nanti dengan gaji yang menurut kami sangat besar dan sangat cukup. Namun beberapa bulan masuk ternyata badai datang tiba-tiba dimana orang-orang baik dikeluarkan orang-orang yang korup dan tak berdedikasi dalam bekerja. pertengah tahun dia menganggur satu bulan, setelahnya mendapatkan pekerjaan yang cukup, selama dua bulan dan kembali mendapatkan pekerjaan yang lebih mapan sampai saat ini. 

Itulah timeline deg-deg an kami dari awal tahun yang bahagia dan badai ditengahnya yang kami pikir tidak akan bisa melewatinya, beberapa bulan penuh kecemasan, penyesalan, belum terima namun ternyata Alhamduillah kami bisa melewatinya dan Tuhan masih memberikan kesempatan lagi dan tentunya sekarang sudah move on. 

Jujur benar-benar tahun 2019 menguras waktu, tenaga dan pikiran jadi sangat cepat udah mau 2020, semoga tahun 2020 menjadi tahun tahun yang lebih baik, dicukupkan rejekinya, dibaikkan belajarnya dalam segala hal tentang kehidupan ini, dilimpahkan ketenangan batin, dilimpahkan anak keluarga sehat bahagia dan sederhana dalam bahagia. 

Kadang kita memang memiliki planning-planning yang jauh kedepan, namun kadang badai dan gempa kehidupan tidak bisa diprediksi, sebenernya memang menyiapkan dana darurat, perasaan darurat untuk lebih bisa menghadapi badai-badai seperti itu. 

Hidup di kota besar tidak mudah dengan segala cicilan KPR setengah miliar kami dengan merangkak dari nol, suami yang tidak punya gelas S1, dan sekarang sedang kami kejar lulus S1 untuk mencapainya di usianya yang tidak lagi muda tapi semoga semangat dan rejekinya muda. aamiin

Di usia pernikahan yang 6,5 tahun tapi ngerasa serasa baru kemarin kami jalan bareng tepatnya hampir sama saja dengan 11 tahun lalu ketika kami mulai berpacaran. 

1 dekade akan segera terlewati 2009 lalu aku baru masuk kuliah dengan mimpi-mimpi anak muda, hampir semua yang kuinginkan saat itu sudah terpenuhi. Memang jalan masih panjang sekali namun semua sudah lengkap hanya saja memang tinggal menyiapkan keadaan-keadaan terburuk seperti tahun ini yang akan lebih sulit, mengatur diri agar tidak komsumtif, makan sehat ke arah vegan harus segera dimulai. 

Sekarang harus lebih bisa memikirkan orang lain, membantu orang lain, menghidupi orang lain kalo bisa. Sudah harus menanamkan rasa sudah cukup untuk materi-materi di dunia ini, harus berbagi apapun keadaannnya, berjuang untuk orang yang membutu
hkan.

Semoga itu bukan hanya wacana resolusi-resolusi kedepannya. diberkahi setiap langkah, ditumbuhkan cinta kepada semua hal, manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan apapun itu. 
Read More