-ilove Desember-^_^
December's Flower
Rabu, 30 November 2011
-ilove Desember-^_^
dingin terkotak putih
kosong
Selasa, 20 September 2011
malam ini begitu pilu mungkin hatiku, mendengar ceritanya hatiku serasa meleleh dan turunlah deras air mataku mendengarnya. begitu berat bebannya sebenarnya, begitu berat!! sebenarnya itu yang membuatku menangis sepanjang kumelihatnya, sebenarnya!!
namun hati ini terkadang terbakar amarah dan cemburu, kenapa orang sejahat dia bisa berbuat jahat dan keji seperti itu kepada manusia yang sungguh sangat memerlukan dekapan dan kasih sayang untuk mengurangi rasa sakitnya dan sedihnya yang terus-menerus dia terima.
ya alloh aku sangat mengasihinya, mencintainya. aku tidak berharap bisa membahagiakan dia namun sebenarnya itu yang kuharapkan bisa membahagiannya dan tidak mengaharap apapun darinya. namun aku tidak mau berjanji it karena aku takut malah menghianati janjiku, yang terpenting seminimal mungkin aku harus membuatnya merasa bahagia denganku dan tanpa beban.
oh sayang peluklah dan tidurlah dipundakku dengan tenang, jangan hiraukan masa lalumu yng kelam, sambutlah masa depan yang cerah denganku, dengan harapan-harapan kita dengan sejuta kenangan manis yang tercipta diantara kita, degan nafas-nafas kesejukan cerita kita sepanjang malam dan hari yng kulewati bersamamu.
biarlah masa lalumu hilang tak berbekas sehingga membuatmu tenang dalam kebahagiaan dan ketenangan yang manusiawi.
aku mencintaimu tanpa logika tanpa kperhitungkan, yang kutakuti hanya kehilanganmu, kehilanganmu!!! entah dengan cara apapun aku sagat takut kehilanganmu. aku tak tahu harus menjalani hidup yang bagaimana bila tanpamu!!
sayang selalulah bersamaku dengan segala kekurangan kita dan tetap berpegangan tangan yang erat dan mengikat agar kita tidak saling terbang tak tentu arah.
sayang aku sangat sedih mendengar semua cerita itu, sungguh pilu hati ini mendengarnya, menyayat dan ingin kukubur diriku dengan ketidaknyamanan yang kursakan bila sperti ini.
sayang kecup keningku dan berkatalah kamu akan disampingku selamanya!!!
Ramadhan 1432
Senin, 08 Agustus 2011
Ramadhan tiba, hari ini tepatnya ramadhan hari ke-8 , ya bulan ramadhan kali ini merupakan bulan ramadhan ke-4 aku bersamanya, namun resminya cuma baru ke-3, tapi rasanya sudah bertahun-tahun bersamanya dan aku merasa senang, :D
Dihari kedelapan aku belum bertemu dengan mami sama bapakku, kakakku, adik-adik keponakan yang lucu-lucu. rasanya sangat jauh dari rumah.
Merasa ramadhan kali bakal cepat mengingat bakal cepat kembali lagi ke Yogyakarta. Ramadhan yang tak ku gunakan semaksimal mungkin. bagaimana manusia bisa melepas ramadhan seenak ini, padahal bulan ini bulan sale pahala . hanya orang-orang yang kurang iman yang merasa ramadhan kurang bermakna, lebih tepatnya aku juga. :(
Sedkit terasa hambar dalam hari-hari ku jujur aku merasa bosan dengan aktifitas yang ini-ini saja, sebenarnya semua orang juga kan merasa bosan dengan kehidupan sehari-hari mereka. aku yakin!! terkadang aku merasa malas pulang mengingat dirumah tidak bisa bangun siang, sungguh kejam alasanku ini. :D :(. Mengingat dimasa kecil ketika ramadhan, sholat berjmaah dimushola depan rumah, sehabis berbuka yang kira-kira selalu kekenyangan adzan isya' berkumandang, selalu bergegas untuk mengambil air wudlu mengambil mukena dan kabur cepat-cepat ke mushola. menanti teman-teman tetangga mengambil tempat berdekatan agar bisa cekikikan dan bergurau saat sholat tarawih (jangan ditiru buat anak kecil :D)
Setiap orang punya kenangan masa kecil yang sangat mnyenangkan, seperti masa kecil itu yang semangat ramadhan namun belum mengerti esensi dari berkahnya ramadhan. sampai dewasa pun ternyata semakin tidak mengerti bulan yang penuh rahmat ini, hanya lebih tepatnya mengingkari dan tidak mau berusaha keras meraih pahala yang berlipat-lipat kalau kita mau meraihnya.
Semakin dewasa terkadang manusia semakin sombong semakin tidak yakin kalau dirinya bakal mati, semakin angkuh dan tepatnya semakin terperosok oleh nikmatnya dunia ini. sementara dalam menulis celoteh ini aku belum mendapatkan hidayah dan solusi terlepas dari cengkraman kenikmatan duniawi ini.
panas
Jumat, 01 April 2011

Dalam ranjangku yang semakin memanas aku pun mendengar beberapa teman-teman dalam satu nasib dalam gubuk kost mengeluh panasnya cuaca hari ini. Semakin saja aku menutup sudut-sudut celah cahaya yang berusaha masuk kedalam kamar sempitku yang mungkin akan semakin membuat panas hawa dan hati ini. Namun bisikan yang melilit dalam perutku membuatku semakin ingin beranjak mengganjal lilitan dalam perut kosong ini.
Dalam langkah gontai dan malas aku tetap meringis menahan panasnya sang surya yang seolah semakin dekat dengan ubun-ubunku. Dalam cahaya yang silau nampak kejauhan seorang bapak tua nampak berteduh dalam pos tua dan sedang mengipas-ngipaskan topi pada wajahnnya. Dalam wajah tuanya nammpak begitu lelah dan merasa sangat kepayahan. dalam relungku sedikit terharu. dan semakin terharu aku melihat disampingnya bersandar sebuah sepeda tuanya dengan gerobak dan beberapa barang bekas dan kardus. dalam fikirku pasti dia seorang pemulung. Dan semakin aku miris dan panas melihatnya.
Masih berlanjut dalam kejauhan terlihat lelaki tua itu. Dalam panas dia masih kuat melanjutkan mencari sejumput nasi untuk menghidupi keluarganya. Sedangkan diriku terkadang sangat malas hanya untuk sekedar membeli sebungkus nasi dengan uang yang sudah ada didompetku. Dalam hati aku tak mau berjanji atau apa atas apa yang kulihat. Sadar dalam diriku aku hanya sesaat melihatnya bila kuberjanji saat itu pasti itu hanya janji palsu yang masih dipengaruhi perasaan ababil remaja.
terngiang kembali bahwa lelaki tua itu mengumpulkan barang-barang bekas dan beberapa kardus dn kertas. Yah inilah pandang potret keadaan saat ini. Sebenarnya banyak sekali pohon hijau yang dijadikan untuk sekedar barang bekas dan dipungut dengan harga yang sangat rendah. padahal bumi ini menelurkan pohon-pohon itu sangat lama dan penuh kedetilan bentuk. Namun terkadang kerakusan manusia terlalu serakah untuk ingin sesuatu yang berlebih sesuatu yang sangat memuaskan mereka.
Tidak ada yang akan menjaga bumi kita ini selain kita penghuninya, tidak hanya disiplin dan peduli namun sadar dan take action harus menjadi pribadi individu yang akan manjadi pahlawan sang bumi yang semakin tak hijau ini. Ketika masa mendatang fosil yang tak bisa diharapkan maka manusia akan masuk pada zona transisi besar-besaran yang tak dapat kita bayangkan bagaimana kehancuran besar-besaran dan yang kuat yang akan menang. Sedikit sekali yang sadar akan hal ini, sadar betapa bumiku semain hangus terbakar oleh panasnya sang matahri dan dirinya yang semkain mengeleurkan anas kepayahan dan batuk oleh asap yang terperangkap dalam jaringan tubuhnya.
Manusia semakin serakah dan serakah "memperkosa" besar-besaran bumi ini. Menunggu saja kapan manusia-masnusi yang tak sadar untuk sadar. Mereka masih mengeluhkan hawa panas hari ini atau hari selanjutnya yang semakin memanas. Ku tersentak bangun ketika ibu warung yang mau menyerahkan nasi bungkus belianku dari lamunan beberapa menit memikirkan hawa panas tadi, ah aku pun masih menggunakan plastk sampah ini, bahkan diriku saja masih serakah dan tak sadar pikirku. Bagaimana dengan para penguasa yang semakin tak peduli juga.
Bumi ini menyediakan semua kebutuhan manusia, namun tidak untuk kerakusannya
-mahatma gandhi-
Rumah Mungil
Rabu, 30 Maret 2011

sebuah kata yang mungkin langsung menuju pada suatu rumah yang sederhana, kecil, bersih tentunya. Tak luput juga beberapa keramaian anak-anak yang ceria dalam rumah mungil ini. Rumah yang selalu dihiasi dengan senyuman namun tanpa berarti tanpa sebuah rasa yang berbau petualangan yang agak menegangkan. Rumah mungil berasa sebuah impian bagi keluarga kecil bahagia, bukan berarti bahagia karena kelebihan materi. Rumah yang dihiasi dengan kehangatan, kepercayaan, cinta, kasih sayang, saling mengerti, saling memahami, keterbukaan, keyakinan, kesetiaan dan rasa iman.
Rumah Mungil,,,,,
naungan yang menghiasai setiap penghuninya dengan sejuta harapan dan mimpi yang indah namun dengan sebuah pencapaian maksimal dan kerja keras. keimanan menjadi pendamai dalam setiap sudut rumah yang jernih. kepercayaan menjadi sebuah yang penyangga yang kuat, cinta menjadi bunga-bunga yang bermekaran wangi yang mengisi, kehangatan dan kasih sayang yang selalu menjadi slimut pelindung dingin, saling memahami dan keterbukaan menjadikan penyejuk paling teduh, kesetiaan menjadi kunci paling aman. dalam irama komposisi rumah mungil itu menjadikan semua tampak sempurna dalam perjalanan yang "sempurna".
Rumah Mungil,,,
semoga kau menjadi pelindung yang abadi yang kan membawa kita menuju dalam rumah hijau yang sedari ramah. setiap kaki yang menginjakkan kakinya di pintumu tersenyum lembar sembari mendoakan mu menjadi terus yang terindah dan tetap indah.
Rumah Mungil,,,,
selalu berbau "kita"
"dia dalam aku"
Kamis, 10 Maret 2011

alhamdulillahilladiahyanabakdamaamatamawailahinnushur,,,,
seprti bangun tidur yang panjang, lama sekali ku tertidur dan membiarkan wadah ini terbengkalai. dari awal dijadikan blog ini adala wadah bersama "kita" yang memiliki satu sama lainnya. hampir setahunkurang lebih tidak menorhkn sebuah kata untuk mengungkapakn sebuah rasa diantara kita.
hai ,, "dia" yang disana sang empunya wadah ini dan "aku" :)) apa kabar. kita adalah dua orang yang berusaha bersama dan senantiasa bersama dalam keadaan apapun yang menerpa "kita". "dia" adalah orang yang senantiasa ada dalam segala nafas langkahku, dalam mimpipun "dia" g pernah mau aku tinggalkan dan selalu ikut kenamanapun "aku" pergi. ya begitulah "dia" dalam kesehariannya yang seorang pejuang yang tak pernah sedikitpun mengucapkan kata sakit meski saat itu sedang berdarah-darah.
begitulah "dia" yang selalu mengisi setiap detik yang diberiakan "DIA" yang lebih besar. dengan segala kesabrannya "dia" selalu ada dengan segala keadaanku. tak terhuitung berapa banyak "dia" selalu muncul ketika kukira "dia" akan pergi bahkan pergi selama yang kukira tak berujung.
apa yang dapat kuberikan hei untuk "dia". sebuah kecacatan yang tak berujung yang kupunyai untuk "dia". sepengetahuan beberapaku hanya repot yang tercipta. sebuah rasa tulus ingin didekat "dia" yang kuinginkan. betapa sebenarnya kubangga dan kagum pada "dia".tak terlewat setiap malam "dia" selalu hadir dan tak ketinggalan membawakan sebuah ciuman hangatnya untuk "aku". sabarnya tulsnya aku yakin apa yang kukira ini pasti benar.
banyak sekali waktu yang diberikan "dia" untuk aku sekedar memegang tanganku dan berkata semua akan baik-baik saja. oh "DIA" berikan seluruh penjagaanmu untuk "dia" dalam setiap nafas geraknya dan lelapnya. sebuah kecupan manis setiap malam berusaha kubungkus untuk kuberikan pdanaya dan bekal setiap malam untuk ujung tidurnya.
harapku semoga "dia" terus berada dalam penglihatan mata "aku". dan tetap memeluku alam dekap sayang dan tulusnya. sebuah coret yang mewakili aku bersamanya inisenantiasa menjadi harapan sebuah malam untuk detik setiap malam. malam katakan pada "dia" aku sangat menginginkan disampingya. "DIA" berilah tiket itu aku percaya "DIA" maha yang sungguh tak terbayangkan jangakauan kecil kekuasaannya. "dia" tungulah aku dan tentunya jemputlah "aku" meski itu dalam mulutmu, meski hanya sebuah harapmu, berilah aku kesempatan untuk mengisi hari "dia". dan harap terbesarku "dia" menginginkan aku seperti "aku" mengginkan "dia".
dedicated to "dia"
i love u "dia" , pipi,, :*
