Berselancarku

Kamis, 29 Agustus 2013




Langit sudah menguap dan kembali ke peraduannya. gelappun bangun dan mulai membawa suasana ke dalam kepekatan dimulai, suara bising motor kendaraan jakarta mulai terdengar berisik dan ratusan kendaraan mulai memadati jalan-jalan di Ibukota . menjelang magrib tak terasa suara adzan dikumandangkan dan aku masih terpaku tak bergerak dikursi panasku sejak pagi tadi. suasana mulai sepi, ruanganku dipenuhi hawa dingin oleh dinginnya pendingin ruangan dan hanya mendinginkan satu orang yaitu diriku, maka pemanas tubuhku yang akhirnya bekerja keras menghangatkan diriku. tuts-tuts komputerku masih terpencet oleh jari jemariku dan berselancar menghubungkan dunia diluar sana bersama teman-temanku yang juga terjebak dalam kursi panasnya. Beberapa ini kukeluhkan bahwa jakarta memasuki musim panas dimana udara sangat terik, gersang, serta tambahan polusi yang tak ada habisnya kuhirup. pekerjaanku menuntutku harus bangun sepagi mungkin, pukul 07.00 merupakan pukul pagi yang agak sedikit menyiksa sebenarnya, pekerjaanku adalah seorang konsultan swasta, meski masuk jam 08.30 merupakan pukul yang mulai terik namun pekerjaan utamaku sebenarnya menuntu bangun lebih pagi dimana kewajiban sembahyang sebenarnya kenikmatan dan beban (:D) yang kubutuhkan setiap pagi. kembali kepda pekerjaan utamaku adalah seorang ISTRI, ya!aku seorang istri, (aku wanita), masih dalam tugas utama memasak untuk sarapan suami dan mempersiapkan bekal untuk dia. sebenarnya kalau boleh jujur aktifitas favoritku adalah bermalas-malasan diasur bersama suamiku dalam cengkrama selimut kita seperti manusia yang baru dilahirkan ketika bangun bersama dia, dunia serasa indah dan cerah ketika mentari mulai menunjukkan cahanya, rasa segar diotak kami serasa baru, bersih seperti baru dilahirkan tanpa adanya suatu sekelumit pikiran, rasa cinta yang selalu baru, rasa semangat yang selalu baru, rasa senang yang selalu baru, rasa bahagia yang selalu baru, dan serta ditemani suamiku dengan cintanya yang selalu segar dipagi hari. kembali ke pekerjaan utamaku menjadi seorang istri, tugas utama yang paling utama masih memasakkan suami, aku sebenarnya sangat menyukai memasak, meski rasa pas-pas an semenjak menikah hanya satu dua kali membeli makanan diluar untuk sekeda makan. dia bukan pria yang terlalu sulit untuk diberi makan, bukan pria yang suka mengkritisi sebuah makanan juga, dia seorang pria yang hanya ingin hidup sehat dengan segala jenis makanan. sebenarnya aku sangat bersyukur dengan hal itu, meski skill memasakku pas-pas an aku tetap berusaha memasakkan "rasa" terbaik yang aku punya (:) ). kehidupan beberapa bulan kami menikah masih sangat baik-baik saja dan aku bersyukur akan hal itu. kami masih berusaha mengharapkan sebuah jabang bayi yang telah kami buat dengan penuh cinta. 


Aku dan suamiku terlebihnya aku menginginkan kehidupan yang sederhana. akan kugambarkan bagaiamana detail kehidupan yang menjadi impianku!. aku mendambakan rumah vintage kayu atau rumah adat jawa yang terdapat balai nya, luas dengan bentuk limas, dan dikelilingi pekarangan yang luas dan hijau, rumput yang hijay, pohon-pohon buah yang tumbuh tinggi dan buahnya yang ranum. dekorasi didalamnya srat akan dipenuhi barang-barang "vintage" lukisan, radio jaman dulu, kain-kain etnik indonesia, barang-barang yang didapat dari backpakeran , benda-benda budaya yang bernuansa kayu coklat yang sungguh menyejukkan hati bila kupandang serta foto-foto keluarga yang tergantung disemua sudut ruangan rumah dari shoot tertwawa, berteriak, bercengkrama dan hangatnya sebuah keluargaku. desain dapur yang bernuansa vintage (sebenarnya aku menyontek desain dapur dari fil THE HOLIDAY yang diperankan oleh kate winslet, jack black, cameron diaz dan jude law! hihihi,karea aku sangat menyukainya!). dan sebenarnya ada sedikit ruangan kusus menyimpan peralatan hiking, camping, backpakeran dan travelling! aku dan suamiku sangat menyukai hobi-hobi tersebut (aku bersyukur kepda tuhan bahwa dipertemukan partner dalam hidup dan partner naik gunung! hhihi). memiliki rumah idaman tersebut merupakan salah satu bonus terindah dalam hidup. semoga keluargaku bisa mewujudkannya, aamiin.



kembali pada jakarta yang sudah mulai pekat gelap kulihat dari jendela kantorku. hawa dingin mulai semakin dingin menyerang tubuhku. dan sebuah pesan masuk kudengar melalui telpon genggamku dan sebuah pesan berbunyi "sayang aku sudah ada didepan kantormu", ternyata suamiku sudah datang untuk menjemputku, segera kuakhiri cerita ini dan segera saja aku keluar dari dunia imajinasiku yang berselancar kebelahan pikiran,maya, dan dunia dimananpun segera kuahkiri. :)

Posting Komentar