Privilege

Jumat, 18 Januari 2019

Privilige,,,,,

Akhir-akhir ini aku sering menggerutu tepatnya beberapa bulan ini hidup rasanya dipenuhi kesesakan masalah keuangan namun keajaiban datang tiba-tiba, tepatnya keberuntungan selalu menyertai dan semua berubah lebih baik. Alhamdulillah.

Itu termasuk privilege kehidupan enggak? ya ngomongin privilege ketika kita dihadapkan hidup kita tanpa ada kesulitan ekonomi yang signifikan itu juga sebuah privilige, tanpa trauma masa lalu, tanpa struggle oleh trauma kekerasan fisik, kekerasan seksual, tanpa ada ujian anak sakit apa, orang tua masih lengkap sehat semua, suami tanpa ada aneh-aneh dan sebagainya.

Bukankan kah itu semua masuk privilege? bayangkan bila kita dihadapakan dengan kesulitan ekonomi, harus jual rumah, barang-barang, suami selingkuh, mendapatkan trauma kekerasan pada masa lalu, orang tua sakit, anak sakit dan sebagainya? 

Sebenernya bersyukur itu mudah sekali, "keistimewaan" itu bukan hanya harta benda, lahir sudah kaya, punya orangtua kaya, banyak usaha dan uang, berdarah biru dsb. iya itu masih privilege tapi kita tidak tahu "kebahagiaan" hatinya. apakah mempunyai trauma dsb seperti keadaan sedih yag aku sebutkan tadi diatas. 

Kadang memang aku berfikir bahwa kenapa kau tidak di lahirkan dari keluarga yang kaya, orangtua yang religious, orang tua yang tidak beranak banyak dan bla bla bla. Tapi buktinya sampai detik ini aku survive dan mendapatkan kebahagiaanku sendiri dan meski setiap orang tidak luput dari sebuah "masalah" sekecil apapun itu. 

Privilege dari masa kecilku yang standart tapi tanpa trauma, sekolah sampai yang aku harapkan. Ya, menurutku itu privilege versiku aku bisa sampai kuliah itu adalah privilege yang orangtuaku berikan yang sungguh-sungguh mahal harganya bagiku dan menjadi orang pertama dalam keluarga untuk berkuliah. Bukankah itu privilege yang luar biasa?

Meski ujung-ujungnya aku menjadi ibu rumah tangga setelah sekian tahun bekerja. Meski aku belum sempat membalas sesuatu yang istimewa kepada orangtuaku terutama ibuku yang sepenuhnya hampir membiayai seluruh sekolahku sampai kuliah. 

Ya kita harus berterima kasih kepada Tuhan yang memberikan privilege kepada setiap makhluk Nya. 

Sebuah pelajaran hari ini yang kudapatkan dari observasi lingkunganku banyak sekali yang kusyukuri hari ini dan berdoa keberuntungan dan kebaikan semesta menyertai kami. Bahwa setiap orang pasti akan diuji masing-masing dengan masalah yang berbeda-beda dan mungkin bahkan meyesakkan jiwa bila mendengarnya. Harta bukan jaminan orang atau sebuah keluarga akan bahagia kita tidak pernah tahu di dalamnya seperti apa, ada yang di uji dengan suaminya yang ternyata suka "jajan" betapa kagetnya dan kuatnya terus bertahan meski di lihat dari luar sangat luar biasa damai dan makmurnya keluarga itu. Ada yang diuji ekonomi mungkin dan menyerah mungkin itu hampir sama dengan kami. Tapi keberuntungan dan rejeki itu benar-benar tak terduga datangnya dari mana, ketika lapang selalu ingatlah kesempitan dan jangan terlalu bahagia.

Ada juga yang diuji orang tuanya galak sekali sampai menimbulkan trauma, orang tuaku adalah seorang petani dan pedagang meski dulu aku sering menggeurutu dan malu ketika masih SMP-SMA namun ternyata itu sebuha privilege bahwa mereka mendidikku dan merawatku tanpa ada kekerasan fisik dsb. Meski tanpa sebuah kata sayang di ucapkan mereka setiap hari namun bukti nyata mereka merawatku dengan sepenuh hati tentunya merawat tanpa trauma kecil sungguh luar biasa. 

Ada yang di uji dengan sakit kronis di masa muda dan harus sabar dengan kondisi itu, bayangkan kamu sehat sampai sekarang dapat melakukan hal semua tanpa merasa takut akan kesehatanmu, kesehatan anakmu, kesehatan suamimu, kesehatan orangtuamu? itu sebuah privilege yang sangat besar bukan. 

Banyak sekali hal-hal disekitar kita tanpa kita sadari ternyata setiap masalah itu ada dilingkungan kita, namunn ketika masalah datang serasa semua beban menimpa kita dan menjadi orang paling sengsara didunia. No! you are not alone, berjuanglah. Perjuangkan apa yang perlu diperjuangkan meski dengan keringat darah sekalipun. Bukankah itu seni dan nikmatnya hidup bila kita berhasil survive dari msalah-masalah kita?

Dan itu juga sebuah privilege bila kamu bisa bangkit, survive dan blooming ke seribu kalinya meski banyak yang mematahkanmu. Banyak orang juga struggle dengan keputusasaannya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Karena tidak punya privilege depresi yang tak tersalurkan atau terselamatkan bahkan tak terketahui oleh orang sekitar,

Niscaya bila kita mengenal diri kita sendiri, sadar akan privilge-privilege kita dan bertahan dan bersenang-senang dengan versi kita sendiri pasti kita kan menemukan kebahgiaan di titik apapun!

Posting Komentar