Travel and Hope

Rabu, 18 September 2019


Travelling? yes, I do really love travelling actually, but my money does not. hahahaha so classic right?
So many people maybe love travelling around the world, but just little people can make it happen. So do I hahahaha. My dream now is to travelling on my bucket list financial. Yes, in my 29 years old i've got married, have a kid, have a house and a car. Thats enough for me for us i think (my family).

Now my dream is about saving money to get travelling around the world. aamiin. There is no kind of excitement more than think about travelling with my hubby and my kid. But saving is hard isn't? for us actually hahahaha. A few months ago my hubby got excellent job with huge salary for us. We planned  some kind of travelling abroad if we got allowance from my hubby's company, but suddenly disaster came, and he got resign after joined a couple months! a couple months huhuhuhu

So my husband now move to another company but with "normal" salary ahahaha. So saving is hard again lol. Sometimes if we talk the past about "that" kind of planning where we want to travel to abroad we are really laughing together. hahahaha.

Now back to the reality, we back to normally money to our daily basis life, but in my prayers after sholat i always hoper for the god to make my dream happen. Travel and sees many cultures, people, nature another country. We life once but to travel another is so hard and so expensive. We want have a journey for our soul to seek another kind of things happen in our's life.

Yeah thats my dream and my hubby, sorry for the spam post, this post is about from deepest hope from my heart also I want to learn in english. Sorry for the grammar I really do not understand about grammar, hopefully everybody can understand what I mean.

Now in my city is about 1.58 am, and  I really can't get sleep, I think because I was drink coffee. Iam not fan's of coffee but I don't think that really work for my body like this tonight!heheehehe


Read More

Meraba

Permukaan itu sakit
Bergejolak menyakiti hati yang tak kunjung tenang
Aku terseok diujung jalan yang tak sberapa panjang itu
Begitu banyak petir-petir akhir-akhir ini
Aku hanya menangis pilu menikmati kesendirianku
Terlalu cepat kepala ini melangkah
Tak mampu aku mengendalikannya
Hambar hampar begtu banyak luka
Tak mampu aku dan dia menanggungnua
Pedih sesak tak bertepi
Tapi bukankah tuhan menciiptakan isi kepala dan hati ttp dingin?
Ya begitulah kira-kira
Hanya menerka dan mengutuk akhir-akhir ini
Luka ini ,meganga tak kuasa menahan derita

-one year ago note-

Read More

Membara Dalam Asa


Perasaan, perasaan apa yang sangat menggaggumu hingga larut malam pun tak membuatmu terlena?.
Malam ini begitu gerah seperti hari-hari lalu, musim panas tak hentinya bersinar memanasi setiap kepala-kepala yang ada di jalan. Akupun sama perasaan ini sepanas bulan september 2019 akibat climate change yang semakin memanaskan planet bumi yang sudah tersiksa oleh kita, ya kita! kita manusia dengan segala ambisinya mungkin. Ah klasik!

Malam ini mata pun tak bisa terpicing sedikitpun, Selain hawa panas yang membawa ribuan nyamuk berhamburan menyerbuku dalam gelapnya kamar. Hawa dingin dari penyejuk kamar pun tak menggetarkan nyamuk-nyamuk itu. Seperti manusia yang tak gentar oleh panasnya bumi karena ulahnya sendiri. Sampai aku bingung nanti kalau ditanya cucuku aku akan jawab apa.

Semua tahu atau sebagian ya bahwa bumi sudah berumur miliyaran tahun lamanya. Namun sangat rusak hanya beberapa ratus ribu tahun setelah manusia memenangi puncak piramida kehidupan. Ya, aku rasa manusia lahir dengan insting perusak mungkin. Ah sudahlah aku sendiri juga tak bisa berkontribusi dan terus mencaci setiap hidupku dalam panas sekarang ini.

Panas, iya panas sangat membuat manusia kadang tak berakal untuk mengutuk setiap jengkal yang disebabkannya, asap mulai bermunculan menghantui setiap kepala karena panas tak kunjung menurukan tahtanya, gambut yang tertidur pun bangun karena kepanasan dan beringas membabi buta mengeluarkan amarahnya kepada manusia sekitarnya. Manusia yang mungil tak bisa berbuata apa-apa dan menahan sesak paru-parunya dipenuhi teriakan asap yang sangat liar. Sampai-sampai manusia lemah tak berdaya menjadi tak berdaya.

Disini ditempat tidurku malam ini aku hanya bisa mengetik dan berteriak dalam malam tak berbuat apa-apa untuk menidurkan gambut dan hutan yang berteriak juga dalam panasnya serta manusia-manusia yang sudah tersiksa dengan kepulan asapnya.

Ya Tuhan apakah ini binasa yang akan menimpa kita hamba-hamba manusia? Tuhan berikan sedikit saja air dari surga untuk sodara-sodara yang terkena kelakar gambut yang meraung-meraung menyeburkan asapnya dari perutnya. Kuatkanlah kami ya Tuhan untuk terus berjuang sebatas nafas terus terjaga. dan maafkanlah kami ya Tuhan atas segala dosa yang diperbuat budak manusia untuk memenuhi kuasanya!

Namun apakah masih pantas kita meminta bantuan Tuhan atas dasar ketamakan yang telah kita telan sampai leher? Aku rasa Tuhan maha pengasih untuk kasih orang-orang yang hatinya bersih. Bukan! bukan aku tapi anak-anak kecil yang luar biasa kecil tak bersayap oleh kepungan asap murka karena rasa, rasa bumi ini yang terus menggeliat tak berdaya juga oleh manusia-manusia dewasa yang sudah lupa kodrat alamnya!
Read More