Meraba

Rabu, 18 September 2019

Permukaan itu sakit
Bergejolak menyakiti hati yang tak kunjung tenang
Aku terseok diujung jalan yang tak sberapa panjang itu
Begitu banyak petir-petir akhir-akhir ini
Aku hanya menangis pilu menikmati kesendirianku
Terlalu cepat kepala ini melangkah
Tak mampu aku mengendalikannya
Hambar hampar begtu banyak luka
Tak mampu aku dan dia menanggungnua
Pedih sesak tak bertepi
Tapi bukankah tuhan menciiptakan isi kepala dan hati ttp dingin?
Ya begitulah kira-kira
Hanya menerka dan mengutuk akhir-akhir ini
Luka ini ,meganga tak kuasa menahan derita

-one year ago note-

Posting Komentar