A piece of sin

Sabtu, 16 Mei 2020

Semua orang berdosa adalah tuduhan serius ke semua orang, mana ada yang tau kamu berdosa atau tidak kalau kamu sendiri enggak ngomong sudah lakuin apa aja. Manusia adalah tempatnya dosa juga seakan akan memang watak asli kita adalah pembuat onar dan merajai segala makhluk hidup di bumi dan menyiksa diri sendiri serta makhluk hidup lain. Ngomongin dosa memang aku banyak banget dosanya, tak terhitunglah. Kayake memang aku ada bakat tidak baik dari dulu tapi bener-bener act like nothing happen on my life. Nobody knows how many sin that I’ve been made. Just me, someone and god knows what I’ve done. Sometimes I do not know how fix my fault.

Ah sudah malam dan aku mulai mgawur, kadang secangkir kopi bisa menyiksaku sepanjang malam karena membuat hatiku berkelana menyusuri waktu-waktu kelamku. Mata tak tertutup si tidak masalah bagiku, tapi hati yang selalu sempoyongan tak tau arah yang membuat kepalaku serasa pecah. Mengingat detil-detil menyakitkan dalam hidupku, kawatir akan jalan hidupku sampai anakku ku pun membuatku takut melanjutkan pikiran-pikiran itu.

Kadang malam menjadi tempat yang ingin kuhindari untuk sekedar menutup mata. Bagaimana matahari meninggalkan dalam benerapa jam saja bisa membuat udara malam menajadi menyeramkan. Kegelapan itu tidak ada, adanya hanya absennya cahaya. Gelap malam bisa menjadi sahabat namun bisa juga menjadi musuh hati. Bagaimana tidak malam menyedot semua kegembiraan seperti dementor dalam buku harry potter. Seakan akan tidak bisa bahagia lagi.

Ah teralu jauh, ternyata cuma kopi iya kopi yang seolah olah menajdo dementor buatku. Ketakutan kesinginan dan kagalauan menajaod malam-malam ya g pelat bila aku menengguk secangkir kopi. Tubuhku tak dapat melwan kaffein dengan baik, bener mata tak tertifur tapi hati menajdi tak karuan gelisahnya tak tentu araha.

Bulan sudah menu jukkan dipenghujungbulan april tapi serasa masih januari, waktu cepat tapi kita tetap tak melangkah.

Posting Komentar