Pak e

Rabu, 16 September 2020

Tanggal 03 September kemarin aku menulis tentang tahun 2020 yang terburuk baru kehilangan orang-orang yang dicintainya, dan itu terjadi juga pada diriku. Tanggal 06 September 2020 aku juga kehilangan anggota terdekatku, Bapakku. 
Iya bapakku juga meninggalkan kita semua pada tahun ini, tahun 2020. Namun beliau sudah sakit lama tak berkesudahan, 8 tahun bukan waktu yang sebentar bagi ibuku dan anak-anaknya untuk merawat ayahku nan jauh dikampung. 3 tahun terkahir beliau benar-benar sudah tidak berdaya di tempat tidur memakai selang oksigen yang tidak pernah terlepas dari hidungnya. Hanya bisa duduk untuk semua kegiatan bersandar pada tumpukan bantal. 

Iya separah itu merasakan paru-parunya tidak bisa bernafas dengan sempurna, 3 tahun terakhir kesakitan dan rintihan beliau yang terus terdengar ketika aku menelepon ke rumah. 3 tahun terakhir bagaimana ibuku kekurangan tidur hanya untuk membuat nyaman bapakku, namun kenyataannya tidak pernah merasa baik juga beliau. Tetap kesakitan tak berkesudahan. 

Kehilangan banget tapi itu sudah yang terbaik karena sebenarnya sudah tidak sanggup melihat badan itu tinggal kulit dan tulangnya saja, habis sampai-sampai badannya berjuang hingga akhir. Bila kau melihatnya sudah tak tega hati ini melihatnya. 

sudah iklas semua pak, tapi kami merindukanmu juga. Semoga semua sakit yang tidak sebentar itu menggugurkan semua dosa-dosa atau hal tidak baik yang pernah bapak lakukan. Semoga semua sudah habis bersama sakit-sakit yang bapak derita selama 8 dan 3 tahun terkahir yang sangat menyakitkan. Semoga Allah membawa kesampingNya yang damai. Dijadikan penerang di dalam kubur dan diluaskan di alam kubur pak. 

Anak-anakmu akan tetap merindukan dan berusaha selalu mendoakanmu. Tugas kami sekarang menjaga istrimu, ibu kami, untuk tetap sehat dan senang hingga akhir hayatnya. Restui Mak e untuk tetap sehat terus sampai berjumpa denganmu nanti di alam yang lebih kekal abadi dengan keadaan yang membahagiakan untuk mak e dan pak e. 

Semua akan mati pada saatnya. Aku pun menunggu giliran pak. sebagai pengingat bagiku untuk berjuanglah bertahan selama mungkin meneruskan kehidupan ini dengan hidup sebaik-baiknya manusia, sebagai manfaat orang lain dan tidak merepotkan orang lain, hanya itu ketakutaknku akan hidup ini adalah merepotkan orang lain. 
Read More

2020

Kamis, 03 September 2020

 Tahun ini mungkin menjadi tahun "terburuk" bagi sebagaian orang karena kehilangan orang yang dicintai dan dikasihinya. Mungkin tahun ini merupakan tahun kelam baginya, bagi kebanyakan orang menjadi tahun refleksi. Menjadi tahun yang diingat, 2020.

Iya tahun 2020, semua orang kalang kabut oleh sebuah virus yang sudah sampai tanggal ini menginfeksi 16 juta jiwa, dan ratusan ribu manusia yang meninggal karenanya. Sudah berapa bulan kita semua hampir berdiam diri dirumah, memaksakan diri menghibur diri dengan keluarga tercinta. Ekonomi semua tumbang, banyak orang kelaparan. Banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak orang juga kehilangan nyawa!

Banyak teori konspirasi berkembang, banyak orang juga lalai tidak menjalankan protokol kesehatan. Semua orang tidak ada yang tidak lelah, lelah jiwa, raga, finansial. Aku salah satu yang mempunyai privilej masih bisa makan, menikmati kesehatan dengan keluarga lengkapku. 

Mungkin aku tidak bisa merasakan pilu-pilu orang yang kehilangan semua itu karena virus ini, sungguh kejamkah dunia ini kadang-kadang? tentu tidak. Kita manusia salah satu makhluk yang masih baru di bumi ini, masih 200.000 tahun! kita masih kalah dengan bakteri itu sendiri, bagaimana mereka bermutasi dan menduduki rantai makanan dalam ekosistem bumi ini. 

Apakah ini masuk siklus alam yang tak terbantahkan? namun manusia kadang masih saling menunjuk hidung satu sama lain untuk disalahkan. bukannya kerjasama dan membuat birokrasi pemerintahan yang tidak korup!

Sebenarnya segala penyakit manusia adalah serakah dan korup. Bagaimana membuatnya senang serasa di surga tujuh turunan. Seharusnya menduduki sistem pemerintahan harus tau itu kedudukan untuk kehidupan orang banyak. 

Apa hubungannya dengan tahun terburuk tahun ini? tentu ada, karena dalam masyarakat kita masih terbentuk oleh negara, masih tergantung kamu berada dinegara bagian mana? kelas satu atau kelas 3. Kelas 3 negara yang masih sangat belum merdeka dari birokrasi-birokrasi yang penuh korup! 

Banyak berita negara maju dan pemerintah yang less korup yang bisa menyelamatkan orang-orang di bawahnya, bagaimana membuat kebijakan untuk mengatasi pandemi ini yang membuat tahun angka cantik ini. 

Sudah 6 bulan waktu serasa jalan di tempat, semua serasa bergerak lamban. Namun sepertinya kita akan masih jalan di tempat dalam beberapa bulan ini. Sikap dan pikiranku sudah tak tahu lagi gimana menaggapinya. Naik turun sebuah emosi, menjadi pilu, menjadi marah dan menjadi lelah seperti malam ini. Sudah malas ku buka sosial media dan berita. 

Badai pasti berlalu kata orang bijak namun kapankah itu? masa paceklik semakin panjang dan persediaan padi sudah akan habis!

Read More