Tanggal 03 September kemarin aku menulis tentang tahun 2020 yang terburuk baru kehilangan orang-orang yang dicintainya, dan itu terjadi juga pada diriku. Tanggal 06 September 2020 aku juga kehilangan anggota terdekatku, Bapakku.
Iya bapakku juga meninggalkan kita semua pada tahun ini, tahun 2020. Namun beliau sudah sakit lama tak berkesudahan, 8 tahun bukan waktu yang sebentar bagi ibuku dan anak-anaknya untuk merawat ayahku nan jauh dikampung. 3 tahun terkahir beliau benar-benar sudah tidak berdaya di tempat tidur memakai selang oksigen yang tidak pernah terlepas dari hidungnya. Hanya bisa duduk untuk semua kegiatan bersandar pada tumpukan bantal.
Iya separah itu merasakan paru-parunya tidak bisa bernafas dengan sempurna, 3 tahun terakhir kesakitan dan rintihan beliau yang terus terdengar ketika aku menelepon ke rumah. 3 tahun terakhir bagaimana ibuku kekurangan tidur hanya untuk membuat nyaman bapakku, namun kenyataannya tidak pernah merasa baik juga beliau. Tetap kesakitan tak berkesudahan.
Kehilangan banget tapi itu sudah yang terbaik karena sebenarnya sudah tidak sanggup melihat badan itu tinggal kulit dan tulangnya saja, habis sampai-sampai badannya berjuang hingga akhir. Bila kau melihatnya sudah tak tega hati ini melihatnya.
sudah iklas semua pak, tapi kami merindukanmu juga. Semoga semua sakit yang tidak sebentar itu menggugurkan semua dosa-dosa atau hal tidak baik yang pernah bapak lakukan. Semoga semua sudah habis bersama sakit-sakit yang bapak derita selama 8 dan 3 tahun terkahir yang sangat menyakitkan. Semoga Allah membawa kesampingNya yang damai. Dijadikan penerang di dalam kubur dan diluaskan di alam kubur pak.
Anak-anakmu akan tetap merindukan dan berusaha selalu mendoakanmu. Tugas kami sekarang menjaga istrimu, ibu kami, untuk tetap sehat dan senang hingga akhir hayatnya. Restui Mak e untuk tetap sehat terus sampai berjumpa denganmu nanti di alam yang lebih kekal abadi dengan keadaan yang membahagiakan untuk mak e dan pak e.
Semua akan mati pada saatnya. Aku pun menunggu giliran pak. sebagai pengingat bagiku untuk berjuanglah bertahan selama mungkin meneruskan kehidupan ini dengan hidup sebaik-baiknya manusia, sebagai manfaat orang lain dan tidak merepotkan orang lain, hanya itu ketakutaknku akan hidup ini adalah merepotkan orang lain.
Posting Komentar