2020

Kamis, 03 September 2020

 Tahun ini mungkin menjadi tahun "terburuk" bagi sebagaian orang karena kehilangan orang yang dicintai dan dikasihinya. Mungkin tahun ini merupakan tahun kelam baginya, bagi kebanyakan orang menjadi tahun refleksi. Menjadi tahun yang diingat, 2020.

Iya tahun 2020, semua orang kalang kabut oleh sebuah virus yang sudah sampai tanggal ini menginfeksi 16 juta jiwa, dan ratusan ribu manusia yang meninggal karenanya. Sudah berapa bulan kita semua hampir berdiam diri dirumah, memaksakan diri menghibur diri dengan keluarga tercinta. Ekonomi semua tumbang, banyak orang kelaparan. Banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak orang juga kehilangan nyawa!

Banyak teori konspirasi berkembang, banyak orang juga lalai tidak menjalankan protokol kesehatan. Semua orang tidak ada yang tidak lelah, lelah jiwa, raga, finansial. Aku salah satu yang mempunyai privilej masih bisa makan, menikmati kesehatan dengan keluarga lengkapku. 

Mungkin aku tidak bisa merasakan pilu-pilu orang yang kehilangan semua itu karena virus ini, sungguh kejamkah dunia ini kadang-kadang? tentu tidak. Kita manusia salah satu makhluk yang masih baru di bumi ini, masih 200.000 tahun! kita masih kalah dengan bakteri itu sendiri, bagaimana mereka bermutasi dan menduduki rantai makanan dalam ekosistem bumi ini. 

Apakah ini masuk siklus alam yang tak terbantahkan? namun manusia kadang masih saling menunjuk hidung satu sama lain untuk disalahkan. bukannya kerjasama dan membuat birokrasi pemerintahan yang tidak korup!

Sebenarnya segala penyakit manusia adalah serakah dan korup. Bagaimana membuatnya senang serasa di surga tujuh turunan. Seharusnya menduduki sistem pemerintahan harus tau itu kedudukan untuk kehidupan orang banyak. 

Apa hubungannya dengan tahun terburuk tahun ini? tentu ada, karena dalam masyarakat kita masih terbentuk oleh negara, masih tergantung kamu berada dinegara bagian mana? kelas satu atau kelas 3. Kelas 3 negara yang masih sangat belum merdeka dari birokrasi-birokrasi yang penuh korup! 

Banyak berita negara maju dan pemerintah yang less korup yang bisa menyelamatkan orang-orang di bawahnya, bagaimana membuat kebijakan untuk mengatasi pandemi ini yang membuat tahun angka cantik ini. 

Sudah 6 bulan waktu serasa jalan di tempat, semua serasa bergerak lamban. Namun sepertinya kita akan masih jalan di tempat dalam beberapa bulan ini. Sikap dan pikiranku sudah tak tahu lagi gimana menaggapinya. Naik turun sebuah emosi, menjadi pilu, menjadi marah dan menjadi lelah seperti malam ini. Sudah malas ku buka sosial media dan berita. 

Badai pasti berlalu kata orang bijak namun kapankah itu? masa paceklik semakin panjang dan persediaan padi sudah akan habis!

Posting Komentar