Bukan dari keluarga kaya kadang membuat pikiranku berorientasi pada uang. Memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang yang banyak, bisa jalan-jalan dan hidup tenang di akhir hayat. Melihat orangtuaku tepatnya ibuku sampai umur sekarang membuatku pilu dan membuatku berfikir apakah aku akan sampai tua akan mengejar uang hanya sekadar untuk makan dan tidak ada habisnya?
Ngomongin privilage apa sih privilage bisa sampai memepngaruhi kehidupan seseorang? ketika teman atau siapa mendapat privilage dari keluarga cukup bahkan kaya mereka tidak akan pernah memikirkan ketika sedang belajar dan orangtuamu menggerutu terus tentang bagaimana kamu menghabiskan uang mereka untuk sekolah! bahkan untuk sekolah saja dari SMP aku dan ibuku selalu berdebat tentang kuliah! saya mau kuliah sejak SMP bahkan impian saya yang mungkin mustahil saat itu. Ibuku menentang, mendebat, memarahi, dan waktu kelam sering debat bersama ibu. ayahku kemana? tidak peduli atau tepatnya hanya diam saja tidak pernah berkata sedikitpun tentang keinginan anak-anaknya.
Sampai disini bisa dilihat betapa ketika anak yang orangtuanya sadar akan pendidikan dan uang untuk sekolah pasti anaknya tinggal sekolah dan belajar, tidak akan terganggu oleh teriakan teriakan di rumah tentang beratnya hidup!
Mungkin pun sama dengan suamiku dimana dia sekolah pas pada masa sulitnya kehidupan orangtuanya dimana ayahnya sedang sakit stroke. Jadi dia tidak melanjutkan semester nya di Universitas negeri kala itu, dampaknya apa? dampaknya karir suamiku sering tersendat karena masalah ijazah yang belum menempuh S1. Untuk sampai di titik ini mungkin beruntung, serta orang-orang baik yang membantunya atau melihat potensinya.
Sampai disini pasti sudah pada tau betapa dahsyatnya efek privilage punya uang untuk sekolah anak. anak yang dari keluarga kaya, mulai sekolah, menikah dan dibelikan rumah, mobil dan semuanya. Ya pasti iri lah. Tapi ya namanya hidup yang kuketahui sampai sekarang tidak ada atau belum semua orang makmur apalagi di negara tercintah kita.
Betapa kemiskinan membentuk takdir, psikologis seseorang, karakter seseorang dsb. Berapa persen sih anak melarat jadi sukses daripada anak orang kaya dan sukses? Kalau kamu bilang semua harus diperjuangkan mati-matian untuk pindah derajat itu berapa banyak orang anak miskin jadi kaya sukses? ratenya berapa persen? coba deh kamu aja dulu mulai lahir tidak punya apa-apa, mau lihat aja berapa ke "survive" an mu!
Sampai saat ini ya kami, aku hanya berusaha sekuat tenaga, pikiran, agar tidak gila untuk bertahan! bertahan dikondisi saat ini, kondisi yang tidak menentu. Kondisi semua mimpi dan harapan hanya prioritas kesekian agar tidak mati kelaparan, bisa bayar listrik dan bayar cicilan serta sekolah anak.
Semua orang pada akhirnya akan punya segudang masalah sendiri, even kamu dari keluarga kaya atau miskin. Yang miskin mungkin impian bisa beli mobil dan tidak punya hutang mungkin pencapaian yang diimpikan impikan dan mustahil dalam hidupnya. Yang kaya mungkin makan enak, rumah dan mobil nyaman saja tidak mampu meberikan kebahagiaan mungkin.
Pada akhirnya sama! semua berkejar mencari kedamaian hati, semua berlomba-lomba menjadi nomor satu versinya. Namun semoga semua sadar bahwa semua tidak akan pernah sama porsinya dalam menilai, uang, kebahagiaan, kedamaian, dan pengakuan bagi masing-masing orang.
Posting Komentar