Selasa, 10 Desember 2019


Apa yang kau risaukan wahai manusia
Umur manusia tak lebih dari 100 tahun
Sedangkan waktu masih lama akan menampilkan mahluk-lain lain dalam eranya
Manusia hanya segelitik lewatan waktu dilautan debu waktu
Apalagi diriku yang hanya berbaring memandang yang lainnya mencapai tujuannya
Aku hanya menunggu waktu hilang
Hilang dilupakan dunia 
Hilang dilupakan sepersekian debu waktu yang ada
Masa lalu sudah terbentuk bermiliar-miliar waktu
Masa depan masih panjang tak terbatas oleh waktu
Bahkan ruang di semesta manapun
Aku kan meningglkan jejak?
Tidak kurasa, kecuali atom-atom yang didalam tubuhku ditangkap oleh waktu
Atom-atom jejak yang saling berterbangan diantara ketiadaan

Hilanglah diriku ditelan oleh pikiranku sendiri
Hilang membuai ketiadaan 
Aku rasa memang ini isi sambil menunggu waktuku tiba
Nangis, kesal tak berguna
Ah apa yang ingin kusapaian bila semua harus berhenti oleh waktu
Berhenti melihat waktu orang lain

Hatiku beku, andai waktu bisa menghangatkan diriku
Membawa kembali atau mau untuk menghiburku
Namun waktu sepertinya enggan sekedar menyapaku
Dia menarik-menarik jarum-jarum hatiku agar aku tak bisa merasakan kelembutan


Read More

rainbow in 2019


2019
akan segera menemui hari-hari terakhirnya. Kadang dalam pikiran masih 2018, tahun 2019 serasa sangat sangat cepat. Banyak hal yang kami lewati di tahun 2019. Serasa masih desember 2018 dimana suamiku mendapatkan pekerjaan yang dinanti-nanti dengan gaji yang menurut kami sangat besar dan sangat cukup. Namun beberapa bulan masuk ternyata badai datang tiba-tiba dimana orang-orang baik dikeluarkan orang-orang yang korup dan tak berdedikasi dalam bekerja. pertengah tahun dia menganggur satu bulan, setelahnya mendapatkan pekerjaan yang cukup, selama dua bulan dan kembali mendapatkan pekerjaan yang lebih mapan sampai saat ini. 

Itulah timeline deg-deg an kami dari awal tahun yang bahagia dan badai ditengahnya yang kami pikir tidak akan bisa melewatinya, beberapa bulan penuh kecemasan, penyesalan, belum terima namun ternyata Alhamduillah kami bisa melewatinya dan Tuhan masih memberikan kesempatan lagi dan tentunya sekarang sudah move on. 

Jujur benar-benar tahun 2019 menguras waktu, tenaga dan pikiran jadi sangat cepat udah mau 2020, semoga tahun 2020 menjadi tahun tahun yang lebih baik, dicukupkan rejekinya, dibaikkan belajarnya dalam segala hal tentang kehidupan ini, dilimpahkan ketenangan batin, dilimpahkan anak keluarga sehat bahagia dan sederhana dalam bahagia. 

Kadang kita memang memiliki planning-planning yang jauh kedepan, namun kadang badai dan gempa kehidupan tidak bisa diprediksi, sebenernya memang menyiapkan dana darurat, perasaan darurat untuk lebih bisa menghadapi badai-badai seperti itu. 

Hidup di kota besar tidak mudah dengan segala cicilan KPR setengah miliar kami dengan merangkak dari nol, suami yang tidak punya gelas S1, dan sekarang sedang kami kejar lulus S1 untuk mencapainya di usianya yang tidak lagi muda tapi semoga semangat dan rejekinya muda. aamiin

Di usia pernikahan yang 6,5 tahun tapi ngerasa serasa baru kemarin kami jalan bareng tepatnya hampir sama saja dengan 11 tahun lalu ketika kami mulai berpacaran. 

1 dekade akan segera terlewati 2009 lalu aku baru masuk kuliah dengan mimpi-mimpi anak muda, hampir semua yang kuinginkan saat itu sudah terpenuhi. Memang jalan masih panjang sekali namun semua sudah lengkap hanya saja memang tinggal menyiapkan keadaan-keadaan terburuk seperti tahun ini yang akan lebih sulit, mengatur diri agar tidak komsumtif, makan sehat ke arah vegan harus segera dimulai. 

Sekarang harus lebih bisa memikirkan orang lain, membantu orang lain, menghidupi orang lain kalo bisa. Sudah harus menanamkan rasa sudah cukup untuk materi-materi di dunia ini, harus berbagi apapun keadaannnya, berjuang untuk orang yang membutu
hkan.

Semoga itu bukan hanya wacana resolusi-resolusi kedepannya. diberkahi setiap langkah, ditumbuhkan cinta kepada semua hal, manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan apapun itu. 
Read More

Sebuah Puisi Siang Hari

Senin, 04 November 2019

source pict: IG : claireonline

Beragama? atau berkehidupan? 
Kadang memang orang yang beragama beberapa kulihat melalaikan berkehidupannya. Bukan! bukan karena agamanya aku rasa memang orangnya salah beragamanya, aku pun bukan orang yang beragama dengan baik tapi aku bisa melihatnya beragama namun cara berkehidupannya tidak sesuai dengan sebuah kehati manusiaannya.

Aku takut mengajarkan agama yang salah kepada anakku, bukan tentang agama tertentu tapi beragama dan melalaikan berkehidupan kepada sesama mahkluk semesta di alam ini.  Tapi memang ilmu beragama dan berkehidupanku memang sangat kecil. 

Merasa resah oleh beberapa orang yang beragama tapi rasa perilakunya menohok orang-orang yang berusaha berkehidupan baik tanpa memandang bahwa orang itu beragama atau tidak, benar aku agak bebas masalah beragama. Aku berusaha benar-benar tidak melihat orang itu beragama atau tidak beragama sekalipun selama orang itu baik, baik kepada sesama manusia, kepada hewan, kepada tumbuhan kepada bumi dan kepada semesta ini. 

Aku tidak akan melihat statusnya aku hanya melihat bagaimana orang itu melakukan berkehidupan dengan sangat baik. Aku bukan orang yang sempurna, baik dalam beragama dan berkehidupan aku hanya ingin melihat semua orang bisa senyum tulus atas kehadiran kita, aku hanya ingin kedamaian menyelimuti ketika kita bercengkrama. 

Sedih menyelimuti ketika kita bersaudara antar manusia tapi dibatasi oleh keagamaan kita, berkehidupan kita jadi rusak terkikis satu demi satu merasa paling benar atas kehendak kepala kita. Setiap kepala kehidupan berhak mendapatkan sesuatu yang tenang dalam dirinya bahkan hewan dan tumbuhan sekalipun, kita harus hidup dalam harmoni, bahu membahu menyelamatkan berkehidupan kita di bumi ini. 

Sebelum kalian mengejar surga setelah mati aku harap kita menciptakan surga bagi sesama, keharmonisan antar kehidupan untuk melanjutkan kehidupan yang surgawi tanpa kebencian, tanpa saling menjatuhkan tanpa saling bertuduh menjadi yang paling sempurna dan menguasai satu sama lain. 

Negara seharusnya menjadi penanggung jawab atas setiap kepala kehidupan bukan malah memenjarakan kehidupan lain dan merasa diatas negara kehidupan yang lain. Ah sudahlah, rasanya capek sekali setiap antar individu saling menjatuhkan atas beragama dan berkehidupan dengan semena-mena. 

Anakku semoga hatimu halus namun kuat seperti baja, yang dapat melembutkan setiap pertemuan-pertemuan dengan garis-garis kehidupan
Anakku bertahanlah dan jadilah untuk tetap kuat meski arus menarikmu dengan kuat
Anakku suatu saat kau akan menemukan jalanmu sendiri, tapi tetap bawalah harapanku di hatimu
Harapan seorang ibu yang hanya ingin keharmonisan antar kehidupan
Haluskan perangraimu tapi jangan kau beri celah orang yang mau merusak hatimu 
Anakku aku mencintaimu seperti aku ingin bumi ini menajdi sehat
Sehat seperti sebelum ada manusia yang merusaknya dengan sangat cepat
Anakku cintailah setiap kehidupan yang memberimu kehidupan
Tuhan melembutkan hatimu untuk sesama, tangan Tuhan itu lembut
Bukan bergerigi yang menyakiti setiap yang tersentuhi
Anakku berbahagialah selalu atas karunia Tuhan yang diberikan kepadamu



Read More

Joker

Minggu, 06 Oktober 2019




Joker
Film Joker sudah tayang hampir seminggu, semua orang membicarakannya. Diriku juga tak melewatkan untuk menonton film itu yang sudah geger seantero jagad dunia perfilman hollywood. Sore itu akhirnya aku memutuskan beli tiket via online, langsung ku kontak suamiku untuk janjian bertemu di salah satu bioskop yang biasa tempat kami nonton film, karena hari kerja otomatis aku juga berangkat sendiri naik gojek, karena tidak memungkinkan naik mobil pas pulang kerja pasti macet. Benar tebakanku, meski naik gojek aja waktu sampai pas dengan jam tayang film tersebut karena di jalan macet meski naik motor. 


Joker
Sesudah selesai nonton aku masih merasakan sesuatu yang tidak enak dihati, ada sesuatu yang mengganjal. Rasanya terbawa sesuatu terselimuti kabut dan chaos-nya kota Gotham. Sungguh luar biasa akting Joaquin Phoneix memerankan tokoh Joker. Kalau biasanya sudah berekspektasi akan film hero atau pahlawan karena identik dengan musuhnya Batman sama sekali salah, karena film ini tidak ada film hero-heronya ala film-film DC atau Marvel. 

Joker
Digambarkan sebagai Arthut Fleck, anak adopsi hasil abusing ibunya pada waktu kecilnya sehingga mengalami cedera otak dan itu menjadi punya gangguan kejiwaan yang serius. Dengan latar belakang kemiskinan, perundungan atau bullying semakin lengkaplah penderitaan Joker. 

Joker
Disitu kadang kita bisa melihat dalamnya kegelapan hati manusia, dengan segala kondisi lingkungan yang sangat mempengaruhi dan membentuk pribadi anak, akan menciptakan monster trauma. Sebagai manusia juga kita akan menciptakan pertahanan diri, namun untuk mencoba pertama untuk memepertahankan diri biasanya sanagt sulit, sehingga misal sudah melewati first defence selanjutnya akan lebih mudah untuk bertahan dan menjadi pelampiasan akibat trauma-trauma bulllying yang kita terima. 

Panjang banget sih rasanya, filmnya benar-benar mengangkat tentang issue mental illness, bullying, kesenjangan sosial masyarakat. Kebanyakan masyarakat tidak peduli dan mencibir orang-orang depresi dengan gangguan jiwa, yang ada malah mencibir, membulinya. Gini, maksudnya memang kebanyakan orang itu lahir tanpa coretan, selain genetik lingkungan sangat mempengaruhi bagaimana kita terbentuk, bagaimana perilaku kita. Joker di gambarkan juga sebagai orang baik dengan kehidupan normalnya yang tidak neko-neko hanya memang gangguan otaknya membuatnya aneh yang kadang memang membuat orang disekitarnya takut dan menolak karena memang kita tidak berusaha mendekatinya, merangkulnya, membantunya untuk sembuh dan diterima dengan biasa oleh lingkungan sekitar kita. 

Diluar sana banyak yang bilang dia jahat karena orang baik yang tersakiti, memang benar juga dia berusaha sekali hidup normal, dia berusaha sekali menghiraukan penyakit jiwanya, dia berusaha untuk mengabaikan perasaannya yang terabaikan. Hingga akhirnya meledaklah seperti bom atom. Merasa dia bisa melawan dan membuatnya tidak menyesal karena yang dia bunuh orang-orang yang jahat padanya, sampai suatu scene dia melepaskan temannya yang selalu baik padanya. Pada poin ini dia benar-benar masih menggunakan hatinya, menahan rasa jahatnya. 

Namun bila film Joker untuk excuse kriminalitas aku rasa big no, karena diluar sana juga banyak orang yang sudah berniat jahat kepada yang baik sekalipun, seperti dalam bukku Sapiens karya Yuval Noah Hariri, dalam individu kita itu bertindak sama dengan hewan, yang membedakan kita dengan hewan hanya masalah kita bisa lebih berkumpul dengan tatanana masyarakat yang lebih besar. 

Masalah bullying memang menjadi concern di dunia ini, meski perundungan dari dulu sudah ada, dan sekarang pun masih sangat exist baik di instasi sekolah, di lingkungan sekitar kita. Kita tetap harus concern dan menyebarkan luas anti bullying terhadap anak kita kepada siapapun, yang menajdi masalah biasanya pembuli juga mempunyai masalah serius kenapa dia bisa bertindak seperti itu, bullying selain masalah taruma dan menciptakan pembuli lagi dari hasil korban, juga bullying itu semata-semata karena masalah kekuasaan diri. Kekuasaan rasa mendominasi hampir ada di seluruh watak manusia, merasa paling kuat dan bisa menindas paling lemah. 

Ya begitualah pandanganku tentang film Joker, dari sinematografinya bagus banget, cerita, akting dan pesan. Maka dari itu film ini diberi rating D17+ dimana anak-anak dibawah itu harus pengawasan ketat orang tuanya tidak boleh menonton, umur 15 keatas bolehlah namun harus ada ruang diskusi untuk mendiskusikan adegan-adegan dan moral story didalamnya, karena obanyak adegan-adegan yang cukup brutal yang mungkin sama dengan adegan kehidupan nyata, buka adegan ala film John Wick yang seperti diada-adakan. Apalagi banyak sekali di twitter para netizen mengeluhkan masih banyak orangtua yang membawa anak diabwah 10 tahun bahkan balita, aku tidak habis fikir bagaimana pikiran orangtua tersebut, apalagi misal setelah memasuki bioskop dan ada beberapa adegan kejam masih tidak keluar mengajak anaknya keluar. 

Meski didalmnya banyak adegan ala-ala stand up comedy bukan berarti lucu, sama sekali tidak ada kelucuan dalam film tersebut, semua filmnya menggambarkan sebuah kesuraman hidup Joker, kota Gotham. Bahkan untuk tertwa nyengir aja rasanya terlalu dark di dalam hati. 

Itulah sekilas selayang pandang ku, menjadi perenungan kita semua, bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita harus peduli kepada semua orang. Masalah kejiwaan seseorang kita harus berusaha membantunya keluar dari dark circlenya. Dan itu harus diajarkan kepada semua anak-anak kita bagaimana kita harus memperlkaukan orang lain dengan baik. 

Bravo untuk Joaquin Phoenix atas aktingnya, semoga peran tersebut tidak mempengaruhinya dalam kehidupan nyata. Semoga dia juga selalu baik-baik saja. 
Read More

My Journal

Sabtu, 05 Oktober 2019

       source pict from pinterest shihoriobata
Ngomongin jurnal, blog ini seperti tempat sampah pikiranku, mungkin ini yang disebut jurnal ya tapi aku sekarang akan berusaha menuliskannya. Mungkin aku akan beli buku kusus jurnal atau akan menulis sampah-sampahku di sini.

Curhatan-curthatan lebih tepatnya uneg-uneg yaa, kadang memang harus dikeluarkan meski itu ludah busuk sekalipun unutk kesehatan fikianku.

Namun mestinya juga terbatas sih, atau enggak tahu akan keceplosan ataua gimana hahahahaha
Read More

Secuil kisah film The sisters and brothers



The Sisters and Brothers...

Betapa hangatnya sebuah keluarga, kakak beradik yang menjadi pembunuh bayaran di "wild west" Amerika. Dalam sebuah perjalanan biasanya kita akan menemukan diri kita sendiri. The sisters and brothers. Film ini menampilkan sebuah ikatan hate and love dalam hubungan sebuah saudara. John C. Reily dan Joaquin Phoenix sangat bagus memerankan peran ini. 

Hubungan saudara umumnya memang hate and love relationship, bahkan beradu pendapat berujung adu fisik kerap kita alami sesama saudara kita. Namun terselip cinta yang hangat diantara selama persaudaraan itu tidak meninggalkan trauma yang berat. 

Meski kejamnya wild west koboi dengan seting tahun 1880 an film ini menampilkan masa-masa pencari tambang emas di Amerika. Mereka mempunyai masa kecil yang buruk, digambarkan mempunyai ayah pemabuk, dan kekerasan menjadi sehari hari mereka. 

Namun kekuatan saudara tetap membuat mereka saling melindungi dan menjaga dalam kejamnya kehidupan koboi. Mereka dalam perjalanannya mencari seorang ahli kimia dan satu orang detektif yang mencari ahli kimia tersebut. Namun sang detektif John Morris yang diperankan Jake Gylenhall menjadi pelindungnya setelah mendengarkan Herman Warm (Riz Ahmed) sang ahli kimia dengan segala ide keseimbangan masyarakatnya yang tidak bar-bar. 

Setelah berhari-hari akhirnya Eli dan Charlie (yang diperankan oleh John C. Reily dan Joaquin Phoenix) mereka menemukan atau bertemu bukan malah membunuh sang ahli kimia namun malah berteman bersama-sama mencari emas dengan sang ahli kimia. 

Dalam scene ini sangat menyenangkan seperti 4 kawan yang bahagia dalam perjalananya dalam mencari sesuai yang sama. Sangat harmonis dan saling membantu bahu membahu dalam harmoni. Namun tidak berselang lama karena keserakahan Charlie dia menuangkan cairan berbahaya untuk mencari emas dan menganai mereka semua yang akhirnya Moris dan Warm mati. dan tentu saja Charlie tangannya sampai di amputasi. 

Oh iya dalam film ini Eli sebagai kakak Charlie adalah seorang yang lembut hatinya dan penyayang, betapa dia selalu memperhatikan dan mengkawatirkan adiknya Charlie. Inilah kehangatan dalam film ini betapa kakak sangat menyayangi adiknya meskipun menyebutkan kata sayang dalam film ini canggung karena mereka digambarkan dua laki-laki paruh baya, dengan profesi pembunuh bayaran dan seting dalam liarnya barat Amerika. 

Persahabatan dengan Moris dan Warm juga menjadi scene yang hangat bahwa kadang manusia itu semuanya baik namun kadang memang dituntut jadi jahat dalam versi orang yang berbeda-beda.
Sumpah film ini bikin "ati anget". 

Charlie digambarkan seorang adik yang dengan kekanakannya, impulsif, sayang, tapi jaim untuk selalu bertindak sayang kepada kakaknya. Eli digambarkan sebagai kakak yang baik, orang yang baik, terdepan melindungi saudaranya dan orang yang sudah bersamanya. 

Sampai aku tidak bisa menuliskannya apa yang kurasakan terlalu banyak dan bingung menuangkan dalam kata-kata, hehehehe. Pengen mengeluarkannya sampai berantakan loncat sana sini alurnya hehehe. Tapi satu kata untuk film ini "Hangat". Apalagi diakhir-akhir film mereka akhirnya kembali kerumah ibunya dan menjadi seperti anak kecil lagi dipeluk, dimasakin, dimandiin ibunya. Hangat banget kan rasanya betapa cinta ibu itu tak terbatas oleh sikapmu, cinta ibu itu tak bersyarat. Hangat banget deh rasanya di hati. 

Tidak semua dalam hidup ini tentang putih dan hitam, kadang kita hanya melihat sebenatar dalam seseorang dan menilainya dan membawanya sampai mati. Kita harus terus mau dekat dan melihat ke setiap orang, ke relungnya. Apalagi zaman internet seperti sekarang ini betapa kita hanya melihat sebagian kecil hidupnya dan membawa penilaian itu kemana2. 

Read More

Me Find Her



This some of words is dedicated to someone close to us, but I really can't show who she is. 

I know her long time ago, I was didn't much expected about her, I honestly have a little bad expectation about her. But time by time i really sorry for my bad expectation about you. You have a kinda a good hearth, how you really love your son. 

Why Iam so have bad expectation about her because some of her family is about talk about her behind her, and its really bad talk. But my feeling is wrong.

Betapa mengenal seseorang itu penting, mengenal secara personal, sering ngobrol dan interaksi. Ya, itu akan mengenal orang itu dalam kebaikannya atau keburukannya. Semua orang punya masa lalu semua orang punya watak, semua orang punya hitam dan putih dalam dirinya. 

Tapi ternyata "hoax" dan gosip bisa menyebabkan orang benci sebelum mengenal orang itu dengan baik. Hoax dan gosip meski ada kebenarannya atau tidak kebenaran bila disebarkan dan diperdengarkan terus menerus akan membuat lama-lama membenci bila yang disebarkan hoax dan gosip tentang orang itu adalah kebencian. 

Itu benar-benar seperti batu sekeras apapun akan hancur oleh air bila disiram terus menerus. Betapa kebencian dan tafsir tanpa bertatap mata dan berbicara atau ngobrol dengan orangnya akan terus tumbuh kebencian dengan orang yang dibenci tersebut. 

Balik lagi dengan perasaanku, dulu aku sangat berhati hati padanya, just say hello istilahnya sambil bernegatif thinking. Lama-lama berganti tahun aku bisa merasakan ketulusannya. Maafkan aku. Betapa orang dikeluargamu banyak menyebarkan sesuatu yang tidak mereka kenal sehingga menumbuhkan kebencian-kebencian baru kepada orang baru. 

Betapa tidak mengenalnya mereka, "dia" hanya seorang sendiri dan ingin berbahagia dengan caranya sendiri. Itu benar-benar hak nya. Iam so sorry for my bad expectation about you. 

Ya meski setiap orang punya sisi jeleknya, tapi sejauh ini akan memaklumi, meski waktu dulu seperti kesal. Ya meski kalo di ingat masih kesal. hehehehe. Mungkin aku salah satu orang yang tidak kamu perhitungkan, it's ok selama kamu benar-benar memperhatikan orang yang kamu cintai. Iam so sorry if there something I hurt you. Maaf untuk kehati-hatianku, karena aku tipikal yang susah banget membuka diri di awal dan merasa akan tersakiti. Actually she have an angel hearth. Maybe Iam just wrong to understimate her love. 

It was okay if everybody have their boundaries, to set up their happiness to pursue their happy life, to love someone in their life. We should not be selfish just think about our own happiness, to judge their personal stuff of happiness. Everybody have their own way and absolutely their own struggle. Happy and problems is one unity in life, it can't be separate and really we can't choose one of them. 


Read More

Travel and Hope

Rabu, 18 September 2019


Travelling? yes, I do really love travelling actually, but my money does not. hahahaha so classic right?
So many people maybe love travelling around the world, but just little people can make it happen. So do I hahahaha. My dream now is to travelling on my bucket list financial. Yes, in my 29 years old i've got married, have a kid, have a house and a car. Thats enough for me for us i think (my family).

Now my dream is about saving money to get travelling around the world. aamiin. There is no kind of excitement more than think about travelling with my hubby and my kid. But saving is hard isn't? for us actually hahahaha. A few months ago my hubby got excellent job with huge salary for us. We planned  some kind of travelling abroad if we got allowance from my hubby's company, but suddenly disaster came, and he got resign after joined a couple months! a couple months huhuhuhu

So my husband now move to another company but with "normal" salary ahahaha. So saving is hard again lol. Sometimes if we talk the past about "that" kind of planning where we want to travel to abroad we are really laughing together. hahahaha.

Now back to the reality, we back to normally money to our daily basis life, but in my prayers after sholat i always hoper for the god to make my dream happen. Travel and sees many cultures, people, nature another country. We life once but to travel another is so hard and so expensive. We want have a journey for our soul to seek another kind of things happen in our's life.

Yeah thats my dream and my hubby, sorry for the spam post, this post is about from deepest hope from my heart also I want to learn in english. Sorry for the grammar I really do not understand about grammar, hopefully everybody can understand what I mean.

Now in my city is about 1.58 am, and  I really can't get sleep, I think because I was drink coffee. Iam not fan's of coffee but I don't think that really work for my body like this tonight!heheehehe


Read More

Meraba

Permukaan itu sakit
Bergejolak menyakiti hati yang tak kunjung tenang
Aku terseok diujung jalan yang tak sberapa panjang itu
Begitu banyak petir-petir akhir-akhir ini
Aku hanya menangis pilu menikmati kesendirianku
Terlalu cepat kepala ini melangkah
Tak mampu aku mengendalikannya
Hambar hampar begtu banyak luka
Tak mampu aku dan dia menanggungnua
Pedih sesak tak bertepi
Tapi bukankah tuhan menciiptakan isi kepala dan hati ttp dingin?
Ya begitulah kira-kira
Hanya menerka dan mengutuk akhir-akhir ini
Luka ini ,meganga tak kuasa menahan derita

-one year ago note-

Read More

Membara Dalam Asa


Perasaan, perasaan apa yang sangat menggaggumu hingga larut malam pun tak membuatmu terlena?.
Malam ini begitu gerah seperti hari-hari lalu, musim panas tak hentinya bersinar memanasi setiap kepala-kepala yang ada di jalan. Akupun sama perasaan ini sepanas bulan september 2019 akibat climate change yang semakin memanaskan planet bumi yang sudah tersiksa oleh kita, ya kita! kita manusia dengan segala ambisinya mungkin. Ah klasik!

Malam ini mata pun tak bisa terpicing sedikitpun, Selain hawa panas yang membawa ribuan nyamuk berhamburan menyerbuku dalam gelapnya kamar. Hawa dingin dari penyejuk kamar pun tak menggetarkan nyamuk-nyamuk itu. Seperti manusia yang tak gentar oleh panasnya bumi karena ulahnya sendiri. Sampai aku bingung nanti kalau ditanya cucuku aku akan jawab apa.

Semua tahu atau sebagian ya bahwa bumi sudah berumur miliyaran tahun lamanya. Namun sangat rusak hanya beberapa ratus ribu tahun setelah manusia memenangi puncak piramida kehidupan. Ya, aku rasa manusia lahir dengan insting perusak mungkin. Ah sudahlah aku sendiri juga tak bisa berkontribusi dan terus mencaci setiap hidupku dalam panas sekarang ini.

Panas, iya panas sangat membuat manusia kadang tak berakal untuk mengutuk setiap jengkal yang disebabkannya, asap mulai bermunculan menghantui setiap kepala karena panas tak kunjung menurukan tahtanya, gambut yang tertidur pun bangun karena kepanasan dan beringas membabi buta mengeluarkan amarahnya kepada manusia sekitarnya. Manusia yang mungil tak bisa berbuata apa-apa dan menahan sesak paru-parunya dipenuhi teriakan asap yang sangat liar. Sampai-sampai manusia lemah tak berdaya menjadi tak berdaya.

Disini ditempat tidurku malam ini aku hanya bisa mengetik dan berteriak dalam malam tak berbuat apa-apa untuk menidurkan gambut dan hutan yang berteriak juga dalam panasnya serta manusia-manusia yang sudah tersiksa dengan kepulan asapnya.

Ya Tuhan apakah ini binasa yang akan menimpa kita hamba-hamba manusia? Tuhan berikan sedikit saja air dari surga untuk sodara-sodara yang terkena kelakar gambut yang meraung-meraung menyeburkan asapnya dari perutnya. Kuatkanlah kami ya Tuhan untuk terus berjuang sebatas nafas terus terjaga. dan maafkanlah kami ya Tuhan atas segala dosa yang diperbuat budak manusia untuk memenuhi kuasanya!

Namun apakah masih pantas kita meminta bantuan Tuhan atas dasar ketamakan yang telah kita telan sampai leher? Aku rasa Tuhan maha pengasih untuk kasih orang-orang yang hatinya bersih. Bukan! bukan aku tapi anak-anak kecil yang luar biasa kecil tak bersayap oleh kepungan asap murka karena rasa, rasa bumi ini yang terus menggeliat tak berdaya juga oleh manusia-manusia dewasa yang sudah lupa kodrat alamnya!
Read More

Privilege

Jumat, 18 Januari 2019

Privilige,,,,,

Akhir-akhir ini aku sering menggerutu tepatnya beberapa bulan ini hidup rasanya dipenuhi kesesakan masalah keuangan namun keajaiban datang tiba-tiba, tepatnya keberuntungan selalu menyertai dan semua berubah lebih baik. Alhamdulillah.

Itu termasuk privilege kehidupan enggak? ya ngomongin privilege ketika kita dihadapkan hidup kita tanpa ada kesulitan ekonomi yang signifikan itu juga sebuah privilige, tanpa trauma masa lalu, tanpa struggle oleh trauma kekerasan fisik, kekerasan seksual, tanpa ada ujian anak sakit apa, orang tua masih lengkap sehat semua, suami tanpa ada aneh-aneh dan sebagainya.

Bukankan kah itu semua masuk privilege? bayangkan bila kita dihadapakan dengan kesulitan ekonomi, harus jual rumah, barang-barang, suami selingkuh, mendapatkan trauma kekerasan pada masa lalu, orang tua sakit, anak sakit dan sebagainya? 

Sebenernya bersyukur itu mudah sekali, "keistimewaan" itu bukan hanya harta benda, lahir sudah kaya, punya orangtua kaya, banyak usaha dan uang, berdarah biru dsb. iya itu masih privilege tapi kita tidak tahu "kebahagiaan" hatinya. apakah mempunyai trauma dsb seperti keadaan sedih yag aku sebutkan tadi diatas. 

Kadang memang aku berfikir bahwa kenapa kau tidak di lahirkan dari keluarga yang kaya, orangtua yang religious, orang tua yang tidak beranak banyak dan bla bla bla. Tapi buktinya sampai detik ini aku survive dan mendapatkan kebahagiaanku sendiri dan meski setiap orang tidak luput dari sebuah "masalah" sekecil apapun itu. 

Privilege dari masa kecilku yang standart tapi tanpa trauma, sekolah sampai yang aku harapkan. Ya, menurutku itu privilege versiku aku bisa sampai kuliah itu adalah privilege yang orangtuaku berikan yang sungguh-sungguh mahal harganya bagiku dan menjadi orang pertama dalam keluarga untuk berkuliah. Bukankah itu privilege yang luar biasa?

Meski ujung-ujungnya aku menjadi ibu rumah tangga setelah sekian tahun bekerja. Meski aku belum sempat membalas sesuatu yang istimewa kepada orangtuaku terutama ibuku yang sepenuhnya hampir membiayai seluruh sekolahku sampai kuliah. 

Ya kita harus berterima kasih kepada Tuhan yang memberikan privilege kepada setiap makhluk Nya. 

Sebuah pelajaran hari ini yang kudapatkan dari observasi lingkunganku banyak sekali yang kusyukuri hari ini dan berdoa keberuntungan dan kebaikan semesta menyertai kami. Bahwa setiap orang pasti akan diuji masing-masing dengan masalah yang berbeda-beda dan mungkin bahkan meyesakkan jiwa bila mendengarnya. Harta bukan jaminan orang atau sebuah keluarga akan bahagia kita tidak pernah tahu di dalamnya seperti apa, ada yang di uji dengan suaminya yang ternyata suka "jajan" betapa kagetnya dan kuatnya terus bertahan meski di lihat dari luar sangat luar biasa damai dan makmurnya keluarga itu. Ada yang diuji ekonomi mungkin dan menyerah mungkin itu hampir sama dengan kami. Tapi keberuntungan dan rejeki itu benar-benar tak terduga datangnya dari mana, ketika lapang selalu ingatlah kesempitan dan jangan terlalu bahagia.

Ada juga yang diuji orang tuanya galak sekali sampai menimbulkan trauma, orang tuaku adalah seorang petani dan pedagang meski dulu aku sering menggeurutu dan malu ketika masih SMP-SMA namun ternyata itu sebuha privilege bahwa mereka mendidikku dan merawatku tanpa ada kekerasan fisik dsb. Meski tanpa sebuah kata sayang di ucapkan mereka setiap hari namun bukti nyata mereka merawatku dengan sepenuh hati tentunya merawat tanpa trauma kecil sungguh luar biasa. 

Ada yang di uji dengan sakit kronis di masa muda dan harus sabar dengan kondisi itu, bayangkan kamu sehat sampai sekarang dapat melakukan hal semua tanpa merasa takut akan kesehatanmu, kesehatan anakmu, kesehatan suamimu, kesehatan orangtuamu? itu sebuah privilege yang sangat besar bukan. 

Banyak sekali hal-hal disekitar kita tanpa kita sadari ternyata setiap masalah itu ada dilingkungan kita, namunn ketika masalah datang serasa semua beban menimpa kita dan menjadi orang paling sengsara didunia. No! you are not alone, berjuanglah. Perjuangkan apa yang perlu diperjuangkan meski dengan keringat darah sekalipun. Bukankah itu seni dan nikmatnya hidup bila kita berhasil survive dari msalah-masalah kita?

Dan itu juga sebuah privilege bila kamu bisa bangkit, survive dan blooming ke seribu kalinya meski banyak yang mematahkanmu. Banyak orang juga struggle dengan keputusasaannya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Karena tidak punya privilege depresi yang tak tersalurkan atau terselamatkan bahkan tak terketahui oleh orang sekitar,

Niscaya bila kita mengenal diri kita sendiri, sadar akan privilge-privilege kita dan bertahan dan bersenang-senang dengan versi kita sendiri pasti kita kan menemukan kebahgiaan di titik apapun!
Read More